Selasa, 23 Juli 2024

Hubungan Hidup Selibat Dengan Kerasulan Kitab Suci Menurut Alkitab

**Hubungan Hidup Selibat dengan Kerasulan Kitab Suci Menurut Alkitab**

Oleh J.Marsello Ginting

Hidup selibat, atau hidup tanpa menikah, memiliki hubungan yang mendalam dengan kerasulan dalam Kitab Suci. Dalam 1 Korintus 7:32-35, Rasul Paulus mengungkapkan pandangannya tentang hidup selibat: "Aku ingin supaya kamu tidak kuatir. Orang yang tidak beristri memikirkan perkara-perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya. Dan orang yang beristri memikirkan perkara-perkara dunia, bagaimana ia dapat menyenangkan istrinya."

Paulus menekankan bahwa hidup selibat memungkinkan seseorang untuk lebih fokus pada pelayanan kepada Tuhan. Tanpa tanggung jawab keluarga, seorang rasul atau pelayan Tuhan dapat mencurahkan seluruh waktunya untuk pekerjaan Tuhan dan memperluas Kerajaan-Nya. Paulus sendiri adalah contoh hidup selibat yang efektif dalam kerasulan, mempersembahkan seluruh hidupnya untuk menyebarkan Injil dan mendirikan gereja-gereja di berbagai wilayah.

Yesus juga menyinggung tentang hidup selibat dalam Matius 19:12, "Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibu, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti." Ayat ini menunjukkan bahwa hidup selibat dapat dipilih demi Kerajaan Allah, sebagai bentuk pengabdian yang khusus.

Namun, Alkitab juga menegaskan bahwa selibat bukanlah satu-satunya jalan untuk melayani Tuhan. Pernikahan juga diberkati dan diatur oleh Tuhan, seperti yang terlihat dalam Kejadian 2:24, "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." Baik pernikahan maupun selibat adalah panggilan yang mulia, tergantung pada bagaimana seseorang dipanggil oleh Tuhan.

Kehidupan selibat memerlukan komitmen dan kedisiplinan yang tinggi, tetapi juga menawarkan kebebasan untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada pelayanan Tuhan. Dalam 1 Korintus 7:7, Paulus mengatakan, "Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu." Hidup selibat, seperti karunia lainnya, adalah pemberian dari Allah dan harus digunakan untuk memuliakan-Nya.

Dengan demikian, hubungan hidup selibat dengan kerasulan dalam Kitab Suci menekankan bahwa pilihan untuk hidup tanpa menikah bisa menjadi sarana untuk pelayanan yang lebih intensif dan tak terbagi kepada Tuhan, meskipun baik selibat maupun pernikahan memiliki tempat dan tujuan yang penting dalam rencana Allah.

Begitu Pentingnya Hidup Jujur Menurut Alkitab

**Begitu Pentingnya Hidup Jujur Menurut Alkitab**

Oleh J.Marsello Ginting

Kejujuran adalah salah satu nilai inti yang sangat ditekankan dalam Alkitab. Dalam Amsal 12:22, kita diajarkan bahwa "Bibir dusta adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya." Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan menghargai kejujuran dan kesetiaan, sementara kebohongan dan penipuan tidak berkenan di hadapan-Nya.

Hidup jujur adalah cerminan dari karakter Allah yang benar dan setia. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk hidup dalam terang kebenaran dan kejujuran, tidak hanya dalam tindakan tetapi juga dalam perkataan dan pikiran kita. Efesus 4:25 mengingatkan kita, "Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota."

Kejujuran juga memiliki dampak yang signifikan dalam hubungan antar manusia. Ketika kita hidup jujur, kita membangun kepercayaan dan integritas di antara sesama. Ini menciptakan fondasi yang kuat untuk hubungan yang sehat dan harmonis. Sebaliknya, kebohongan dan penipuan merusak kepercayaan dan membawa perpecahan. Kolose 3:9-10 menasihati kita, "Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya."

Hidup jujur juga merupakan kesaksian yang kuat bagi iman kita. Dunia penuh dengan ketidakjujuran dan penipuan, namun ketika kita memilih untuk hidup jujur, kita menunjukkan perbedaan yang dihasilkan oleh iman kita kepada Kristus. Ini bisa menjadi terang dan garam bagi dunia, mengarahkan orang lain kepada kebenaran Allah. Matius 5:16 menegaskan, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Meskipun hidup jujur tidak selalu mudah dan mungkin membawa tantangan, kita diberi kekuatan oleh Roh Kudus untuk menjalani kehidupan yang benar. Filipi 4:13 memberi kita keyakinan, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Dengan demikian, kita dapat menjalani hidup yang jujur dan memuliakan Allah dalam segala hal yang kita lakukan.

Pentingnya Hidup Suci

**Pentingnya Hidup Suci Menurut Alkitab Orang Kristen**

Oleh J.Marsello Ginting

Hidup suci adalah panggilan yang sangat penting dalam kehidupan seorang Kristen. Alkitab menekankan bahwa kekudusan adalah cerminan dari karakter Allah yang harus tercermin dalam hidup setiap orang percaya. Dalam 1 Petrus 1:15-16, kita diingatkan, "Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."

Kekudusan bukan hanya tentang meninggalkan dosa, tetapi juga tentang menjalani hidup yang setia dan taat kepada Allah. Ini melibatkan pemurnian hati, pikiran, dan tindakan kita. Ketika kita hidup suci, kita menunjukkan kasih dan ketaatan kita kepada Tuhan dan memuliakan-Nya melalui cara kita hidup. Roma 12:1 mengajak kita, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah, aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Hidup suci juga penting karena menjadi kesaksian bagi orang lain. Dalam dunia yang penuh dengan godaan dan kejahatan, hidup yang kudus menonjol dan menarik orang lain kepada Kristus. Ketika orang melihat integritas, kasih, dan kebaikan dalam hidup kita, mereka melihat gambaran Kristus dalam diri kita. Matius 5:16 mengingatkan kita, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Memang, hidup suci bukanlah tugas yang mudah. Kita akan menghadapi berbagai tantangan dan godaan. Namun, dengan pertolongan Roh Kudus, kita dimampukan untuk menjalani hidup yang kudus. Filipi 4:13 memberikan penghiburan, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Dengan tekad dan iman, kita dapat hidup sesuai dengan panggilan Allah, menjadi alat-Nya untuk memberkati dan menginspirasi dunia di sekitar kita.

Senin, 22 Juli 2024

Permintaan

Tuliskan 250 kata promosi Salon Kecantikan yang bernama Wintopsalon di Pamulang Kota Tangerang Selatan

Kunjungi Wintopsalon

Wintopsalon, salon kecantikan terkemuka di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, menawarkan pengalaman kecantikan terbaik yang akan mengubah penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Dengan fasilitas modern dan tenaga profesional berpengalaman, Wintopsalon adalah pilihan tepat bagi Anda yang menginginkan perawatan berkualitas tinggi.

Kami menyediakan berbagai layanan lengkap mulai dari potong rambut, pewarnaan, smoothing, hingga perawatan rambut keriting dan rebonding. Tak hanya itu, Wintopsalon juga menawarkan perawatan wajah seperti facial, peeling, dan masker, serta perawatan tubuh yang meliputi spa, pijat relaksasi, dan lulur tradisional.

Keunggulan kami adalah penggunaan produk kecantikan premium yang aman dan ramah lingkungan. Kami selalu mengutamakan kenyamanan dan kepuasan pelanggan dengan memberikan pelayanan yang ramah dan personal. Setiap kunjungan ke Wintopsalon adalah momen spesial di mana Anda akan dimanjakan dengan sentuhan profesional yang penuh perhatian.

Wintopsalon juga menyediakan layanan konsultasi gratis untuk membantu Anda memilih perawatan yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis kulit atau rambut Anda. Kami percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan perawatan terbaik untuk merasa cantik dan percaya diri.

Datanglah ke Wintopsalon dan rasakan transformasi luar biasa. Nikmati promo spesial dan diskon menarik yang kami tawarkan setiap bulan. Kunjungi kami di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, dan jadilah bagian dari komunitas pelanggan setia yang telah merasakan manfaat luar biasa dari perawatan kami.

Hubungi kami sekarang untuk membuat janji temu atau konsultasi. Wintopsalon, tempat di mana kecantikan Anda adalah prioritas utama kami.

Sabtu, 20 Juli 2024

Sabtu, 13 Juli 2024

Menghindarkan Klaim Adsense Google.com

 Berdasarkan pengalaman saya sebagai ChatGPT, artikel yang dihasilkan dapat memiliki potensi untuk menghadapi beberapa masalah jika digunakan sebagai sumber untuk memasang iklan Google Adsense di situs web. Beberapa masalah yang mungkin timbul meliputi:

  1. Kualitas Konten: Meskipun ChatGPT mencoba untuk menghasilkan teks yang informatif, terstruktur, dan bermanfaat, beberapa hasil mungkin terlalu umum atau kurang mendalam untuk memenuhi standar kualitas yang diharapkan oleh Google Adsense.

  2. Unikasi Konten: Meskipun teks yang dihasilkan oleh ChatGPT bukanlah hasil langsung dari menyalin konten dari sumber lain, ada kemungkinan bahwa artikel tersebut tidak cukup unik untuk memenuhi syarat keunikannya. Google Adsense mengharapkan konten yang unik dan orisinal untuk memastikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

  3. Panduan Google Adsense: Google Adsense memiliki panduan ketat terkait kebijakan konten, yang mencakup keharusan untuk menghindari konten yang tidak sah, tidak pantas, atau memiliki potensi untuk menyesatkan pengguna. Artikel yang dihasilkan oleh ChatGPT perlu diperiksa untuk memastikan kepatuhan terhadap panduan tersebut.

  4. Kesesuaian dengan Niche: Artikel yang dihasilkan oleh ChatGPT mungkin tidak sepenuhnya relevan dengan niche atau topik tertentu yang diinginkan oleh pengiklan Adsense. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan iklan yang dipasang di situs.

Untuk memastikan artikel dapat digunakan sebagai sumber untuk memasang iklan Google Adsense dengan baik, pastikan untuk:

  • Mengedit dan Menyesuaikan: Lakukan pengeditan dan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan artikel sesuai dengan standar kualitas dan keunikan yang diharapkan.

  • Tambahkan Nilai Tambahan: Pastikan artikel memberikan nilai tambah yang signifikan dan informatif bagi pembaca, bukan sekadar menyalin informasi yang sudah ada.

  • Pahami Kebijakan Google Adsense: Pastikan konten mematuhi semua kebijakan yang ditetapkan oleh Google Adsense untuk memastikan tidak ada masalah ketika memasang iklan.

Dengan memperhatikan hal-hal ini, Anda dapat meningkatkan peluang untuk menggunakan artikel yang dihasilkan oleh ChatGPT sebagai sumber untuk memasang iklan Google Adsense tanpa masalah yang signifikan.

Apa saran ChatGPT agar tulisan hasil ChatGPT tidak diklaim sebagai palagiat
ChatGPT

Untuk menghindari klaim plagiat terhadap tulisan hasil ChatGPT, berikut beberapa saran yang bisa diikuti:

  1. Penyuntingan Manual: Lakukan penyuntingan manual setelah menerima hasil dari ChatGPT. Sisipkan kalimat-kalimat orisinal, ubah struktur kalimat, dan tambahkan informasi tambahan yang spesifik untuk memperkaya konten.

  2. Paraphrasing: Ubah beberapa bagian dari teks menggunakan kata-kata atau frase yang berbeda tetapi dengan makna yang tetap sama. Ini akan membantu meningkatkan keunikan teks.

  3. Tambahkan Sumber dan Referensi: Jika artikel berisi informasi yang diambil dari sumber lain, pastikan untuk mencantumkan sumbernya dengan benar dan memberikan kredit yang sesuai. Ini tidak hanya menjaga integritas konten tetapi juga membantu menghindari klaim plagiat.

  4. Gunakan Alat Anti-Plagiat: Gunakan alat deteksi plagiat seperti Turnitin atau Copyscape untuk memeriksa keunikan konten sebelum dipublikasikan. Hal ini akan membantu memastikan bahwa konten Anda tidak terlalu mirip dengan teks dari sumber lain.

  5. Revisi dan Koreksi: Lakukan revisi terhadap teks sebanyak yang diperlukan untuk memastikan bahwa setiap bagian dari artikel memiliki kontribusi unik dari Anda sendiri.

  6. Jaga Konsistensi: Pastikan untuk tetap konsisten dalam gaya penulisan dan bahasa yang digunakan dalam artikel, yang dapat membantu dalam membangun identitas penulisan yang unik.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat mengurangi risiko konten yang dihasilkan oleh ChatGPT dianggap sebagai plagiat dan memastikan bahwa konten yang Anda publikasikan dianggap orisinal dan bermanfaat bagi pembaca.

Selasa, 02 Juli 2024

Dayaku Sayang Dayaku Hilang Negeriku Yang Hilang

DATAKU SAYANG, DATAKU YANG HILANG, NEGERIKU YANG MALANG


Berbagai dampak gangguan PDN dari yang saya temukan di berita dan sosial media, lebih update:

1) Ada ribuan paspor belum bisa tercetak, layanan percepatan paspor dan pengambilan paspor belum bisa dilayani,

2) Buat diaspora, kalau sial banget paspor expired sekarang pas residensi mau abis. Untuk perpanjang residensi perlu paspor, gak ada residensi, siap-siap kena deportasi,

3) Data sekitar 800 ribu penerima KIPK raib, gak ada backupnya.

4) Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia terpaksa mundur (beasiswa untuk dosen ke LN), padahal jadwal mulai kuliah di LN tidak mundur.

5) Masih terkait BPI, kemungkinan bagi penerima beasiswa akan terlambat cair, bayangkan hidup di luar negeri dengan living cost beberapa kali lipat, lalu terlambat cair.

6) Aplikasi Srikandi untuk pengarsipan nasional masih belum bisa diakses.

7) Verifikasi data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di berbagai daerah terganggu.

8) Sertifikasi halal UMKM terhambat karena portal ptsp.halal.go.id mati.

9) Cek NISN siswa gak bisa, padahal perlu untuk verifikasi data mahasiswa baru.

10) Data hilang di 282 kementrian, yang punya backupnya cuma 44 kementrian.

11) Surat menyurat di berbagai pemkot dilakukan secara manual.

l2) Jamaah umrah terancam gagal berangkat ke tanah suci karena masalah paspor dan visa.

13) Antrean panjang di imigrasi bandara karena ditangani secara manual oleh petugas.

14) Yang mau daftar KIPK untuk jalur mandiri gak bisa sinkronisasi data.

15) Pengajuan jenjang jabatan akademik untuk PTS lewat elkite-lldikti3.kemdikbud.go.id sedang ditutup dari tanggal 20 Juni.

16) Registrasi NPWP kena dampak.

17) WNA yang baru mulai bekerja di Indonesia gak bisa bikin NPWP karena terkait imigrasi

18) Website otorita Ibukota Nusantara (IKN) sempat mengalami gangguan karena gangguan PDN.

19) Dapodik (data pokok pendidikan) masih belum bisa diakses sampai sekarang.

20) Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) gak bisa diakses. Biasanya dipake ibu-ibu kader buat pendataan calon pengantin dan ibu hamil, tapi udah beberapa hari ini down, jadi gak bisa input atau update data.

Pemerintah yg seharusnya klarifikasi mengenai dampak PDN malah netizen yang harus suruh nyari, Kerjanya mereka cuma apa? Debat di DPR Bahwa yang kena random semua negara? Trus apa gunanya? Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

Pernah denger tentang teori Broken Windows Theory? 

Ini bukan soal jendela rumah yang pecah kok. Teori ini tentang gimana hal kecil bisa punya dampak besar di lingkungan kita. 

Jadi, begini... Bayangin ada satu jendela pecah di sebuah gedung dan nggak ada yang benerin. Lama-lama, orang-orang bakal ngerasa kalau gedung itu nggak keurus dan mulai cuek sama lingkungan sekitar. Akibatnya, jendela lain jadi ikutan pecah, sampah mulai berserakan, dan lingkungan jadi nggak nyaman.

Teori ini pertama kali dipopulerin oleh James Q. Wilson dan George L. Kelling. 

Mereka bilang, kalau kita biarin hal-hal kecil kayak vandalism atau sampah berserakan, itu bisa bikin orang-orang ngerasa bebas buat ngelakuin pelanggaran yang lebih besar. 

Nah, solusinya ! Jaga lingkungan kita dari hal-hal kecil. Kalau lihat sampah, buang di tempatnya. Kalau ada fasilitas umum yang rusak, laporin biar segera diperbaiki. 

Dengan begitu, lingkungan kita bakal tetap keren dan nyaman. Teori ini juga bisa diterapin di kehidupan sehari-hari.  Misalnya, jaga kerapihan dan kebersihan rumah, kamar, atau tempat kerja. Kecil-kecil lama-lama jadi bukit.

Jadi, mulai dari diri sendiri, dan ajak teman juga buat peduli sama lingkungan.

Sesuai Pasal 58 UU 27/ 2022 ttg Perlindungan Data Pribadi, dalam kaitan diretasnya Pusat Data Nasional, Pemerintah telah gagal melindungi data pribadi warganya.

Dan Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika RI telah terbukti tidak cakap melindungi data stratejik nasional.

Sayangnya UU tidak mencakup sanksi bagi lembaga pemerintahan,  pejabat Pemerintah yang lalai atau tidak mampu melindungi data pribadi warganya

Minggu, 30 Juni 2024

Presiden Jujur Dan Pro Rakyat Negerinya

Presiden Ethiopia membuat MOU dengan Presiden China, minta China transfer tekhnology dan kerjasama dalam pembangunan. Hasilnya..... melesat 20 tahun terakhir ini Ethiopian dari negara miskin rakyat kelaparan, perang suku, "conflict agama" berubah menjadi negara Afrika yang maju..! Modern, damai..!  
President Ethiopia tidak menipu rakyatnya berdalil bansos tidak korup sekarang mengcopy habis kebijakan "Xi Jin Ping" Presiden China Tiongkok :
1.visioner.
2.tidak korup.
3.Rakyat dibuat sadar harus kerja nyata bukan omon - omon baik ormas ormas radikal atau medsos - medsos hoax penipu publik baser baser Pemerintah yang kerjanya menipu 
4.Hidup damai jauhi konflik. 
Junjung tinggi toleransi beragama.

Jumat, 28 Juni 2024

Perjalanan Hidup Tanri Abeng

Tanri Abeng

Oleh: Dahlan Iskan
Senin 24-06-2024

(Tanri Abeng dalam sebuah forum diskusi bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Dahlan Iskan)

Saya selalu kagum dengan kesehatan Pak Tanri Abeng. Di usia 82 tahun masih terlihat gesit. Kami ngobrol asyik di Semarang. Mungkin empat bulan lalu. Atau lima.

Tidak ada tanda-tanda ia mengidap satu jenis penyakit. Badannya terjaga: tidak gemuk. Maka ketika mendengar Pak Tanri meninggal dunia kemarin, rasanya tidak begitu percaya.

Memang hari itu kami bertemu di klinik. Tapi tidak untuk berobat. Kami justru sedang berusaha agar tetap sehat: sama-sama melakukan stem cell.

Pak Tanri ketahuan tidak sehat baru dua bulan lalu. Tepatnya tanggal 5 bulan 5. Hari itu ia memimpin rapat sejak pagi sampai sore. Di rumahnya. Di kawasan elite Simpruk Jakarta.

Yang hadir di rapat itu adalah seluruh pimpinan universitas yang ia adalah rektornya.

Pak Tanri memang mendirikan lembaga pendidikan tinggi menggunakan namanya: Tanri Abeng University. Di daerah Ulujami, Jakarta.

Usai rapat itu Pak Tanri merasa lelah. Capek. Lemes. Lalu dibawa ke RS Pertamina.

Ketahuanlah: hb darahnya turun. Trombositnya rendah. Malam itu juga dilakukan tranfusi. Keadaannya pun membaik. Keesokan harinya diterbangkan ke Singapura.

Hampir empat minggu Pak Tanri menjalani pengobatan di RS Mount Elizabeth. Di sana diketahuilah bahwa Pak Tanri mengidap leukimia.

Diobati.

Setelah merasa kondisinya membaik ia minta pulang. Maka tanggal 4 Juni lalu Pak Tanri kembali ke Jakarta.

Baru saja mendarat di bandara kondisi tubuhnya memburuk. Pak Tanri langsung dimasukkan ke RS Medistra Jakarta.

Di situ ia dirawat. Sampai akhirnya meninggal kemarin dini hari.

Berarti Pak Tanri mengurus lembaga pendidikan sampai di akhir hayatnya. Pendidikan adalah panggilan jiwanya. Ia terinspirasi dari guru-gurunya yang hebat di SMK di Makassar. Saking kagumnya pada para guru itu sampai Pak Tanri punya cita-cita jadi guru.

Pak Tanri sebenarnya lahir di Selayar, sebuah pulau miskin di selatan Sulawesi. Untuk ke kota Makassar diperlukan naik kapal satu malam penuh.

Usia 12 tahun Tanri kecil pindah ke Makassar. Ikut keluarga. Itu karena ayahnya meninggal dunia.

Di sekolah menengah kejuruan itulah Tanri mendapat kesempatan ikut pertukaran pelajar ke Amerika. Waktu itu Tanri aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) --sering disebut sebagai "adik"-nya HMI.

Di Amerika itulah jalan pikiran Tanri berubah. Tidak ingin lagi jadi guru. Ia ingin jadi profesional. Itu sesuai dengan nasehat orang tua angkatnya di Amerika.

"Dengan menjadi profesional kamu bisa punya uang. Setelah kaya baru terjun ke dunia pendidikan. Hasilnya lebih banyak." Begitu kurang lebih nasehat sang ortu angkat.

Pulang dari Amerika Pak Tanri kuliah di Universitas Hasanuddin. Hanya lima semester. Ia mendapat beasiswa untuk kuliah di salah satu universitas di Buffalo, tidak jauh dari air terjun terbesar di dunia: Niagara.

Dengan gelar MBA Pak Tanri direkrut oleh perusahaan Amerika di Indonesia: Union Carbide. Itu perusahaan kimia berskala global. Karirnya terus menanjak di situ.

Di dunia profesional itu Pak Tanri membuat sejarah: ia-lah orang pertama yang mendapat gelar 'Manajer Rp 1 miliar'. Baru di sosok Pak Tanri ada seorang manajer bergaji Rp 1 miliar setahun. Saat itu nilai Rp 1 miliar serasa seperti Rp 100 miliar hari ini.

Banyak yang menyangka itu karena gelar Pak Tanri bukan Drs, SH atau Ir. Gelar Pak Tanri adalah MBA. Agak langka saat itu. Maka gelar MBA terasa menjadi seperti di atas S-1. Anak muda pun seperti berlomba mengejar gelar MBA. Pun bagi yang sudah bergelar S-1. Kini Anda merasakan gelar MBA tidak lagi punya keistimewaan seperti di zaman Pak Tanri.

Yang menghebohkan adalah ketika Pak Tanri menerima tawaran menjadi CEO perusahaan bir: Bir Bintang. Padahal latar belakang pribadinya sangat Islam: aktifis PII dan kemudian juga HMI.

Yang jelas Pak Tanri kemudian identik dengan manajer profesional yang hebat. Ilmu manajemen seperti tiba-tiba menjadi sangat penting. Para insinyur ITB dan IPB pun mengejar karir di manajerial.

Pun sampai Presiden Suharto: mengagumi Pak Tanri. Pak Harto memanggilnya. Diajak diskusi mengenai pengelolaan perusahaan negara.

Saat itulah Pak Tanri mengajukan ide pembentukan kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Lalu Pak Tanri menjadi menteri BUMN yang pertama.

Sebelum itu perusahaan negara berada di bawah kementerian teknis masing-masing. Perbankan di bawah menteri keuangan. Industri di bawah menteri perindustrian. Sebangsa Panca Niaga di bawah menteri perdagangan. PLN di bawah menteri PU. Dan seterusnya.

Sejak zaman Pak Tanri itulah kekuasaan para menteri atas perusahaan negara dicabut. Semua dialihkan ke kementerian BUMN.

Pak Tanri, dengan demikian, adalah 'Bapak BUMN'. Jabatan menteri BUMN tetap di tangannya saat presiden berganti ke Prof BJ Habibie. Lalu pindah ke Laksamana Sukardi di zaman Gus Dur. Hanya sekedipan mata. Pak Laks diganti oleh orang NU --saya lupa namanya.

Di zaman Bu Megawati jadi presiden, Pak Laks kembali diangkat menjadi menteri BUMN.

Setelah tidak jadi menteri Pak Tanri tetap laris: diminta jadi CEO Grup Bakrie. Lalu jadi Komut Pertamina. Jadi CEO di kelompok usaha OSO. Bahkan saat meninggal pun masih menjadi komisaris di salah satu BUMN.

'Dendam'-nya untuk terjun ke dunia pendidikan dituntaskan di tahun 2011. Saat usianya 70 tahun. Pak Tanri menjual sahamnya di hotel Aryaduta Makassar. Hasilnya: untuk membangun Tanri Abeng University di Jakarta. Ia yang jadi rektornya, sampai meninggal dunia.

Pak Tanri memang bertekad harus ia yang langsung  memimpin universitas itu. Misinya: agar lulusannya bisa menjadi manajer yang hebat. Atau jadi pengusaha. Atau menjadi seorang pemimpin.

Di universitas itulah Pak Tanri kehilangan isterinya: Farida Nasution. Farida meninggal di tahun 2016 dengan dua anak: Emil Abeng dan Edwin Abeng. Dari mereka lahir 4 cucu.

Di universitas itu pula Pak Tanri menemukan pengganti Farida. Dia seorang dosen komunikasi: Kartika Harijono. Dipanggil Chika. Janda satu anak. Pak Tanri dan Chika menikah tanggal 4 bulan 5 tahun 2019.

Saya tidak bisa melayat kemarin. Saya minta tolong Mas Irwan Setiawan untuk mengucapkan duka. Mas Irwan adalah pimpinan Jawa Pos di Jakarta pada masanya. Kini ia menjadi dosen komunikasi di Tanri Abeng University.

Tentu pada dasarnya Pak Tanri tidak memerlukan gelar apa pun selain MBA. Tapi pada akhirnya beliau kuliah S-3 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sampai bergelar doktor. Itu semata-mata karena peraturan:  untuk bisa jadi rektor harus bergelar doktor.

Pak Tanri adalah contoh "sekali hidup banyak berbuat". Juga "banyak membuat sejarah".(Dahlan Iskan)

Kamis, 20 Juni 2024

Persoalan Politik

MARI MELIHAT PERSOALAN POLITIK MELALUI SUDUT PANDANG YANG BERBEDA
Penulis : Andi Salim

Sering diantara kita berselisih paham dengan orang lain, terutama melalui debat kusir dimana masing-masing pihak yang terlibat tidak ingin saling mendengar dan justru meninggikan volume suaranya untuk mendominasi lawan atau pun konstituen lain yang menjadi pemirsanya. Diskusi memang hal menyenangkan bagi siapapun yang antusias ingin mendapatkan kualitas informasi dan posisi faktual yang terjadi. Sebab bagaimana pun, Salah satu tujuan diadakannya debat adalah untuk memperoleh sudut pandang baru yang dapat diterima oleh para pihak yang terlibat didalamnya. Walau telah berusia lanjut, terbukti banyak dari mereka yang gemar mengikuti diskusi, baik sebagai pelaku mau pun sekedar menjadi penonton / pendengar saja.

Siapa yang tidak ingin menjadi petarung debat yang nyaris mengetahui segalanya. Bahkan tak jarang dari mereka yang menggemari aktifitas yang satu ini rela menyerap informasi apapun, termasuk menghapal dalil-dalil guna memperkuat pendapatnya sehingga terkesan komprehensif dan berkualitas. Ada banyak figur-figur sebagai contoh yang terlihat tangguh dalam menyampaikan pendapatnya khususnya tentang pandangan dan wawasan dirinya mengenai sesuatu hal. Bahkan ada diantara mereka yang begitu terkesan sempurna dari bidang yang digelutinya. Namun semboyan diatas langit masih ada langit menjadi ukuran penilaian semua itu, bahwa tidak semua orang akan mampu menguasai sesuatu hal hingga tidak memiliki lawan yang seimbang guna menandinginya.

Namun anehnya, kadar intelligence Quotient berdasarkan laporan World Population Review 2024, merilis bahwa rata-rata IQ orang Indonesia adalah 78,49. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-129 dari 197 negara yang diuji. Rata-rata IQ orang Indonesia juga jauh di bawah rata-rata IQ penduduk dunia, yaitu antara 85 hingga 115. Sekalipun data ini seolah-olah mengecilkan kemampuan bangsa Indonesia, toh nyatanya persoalan politik baik dipanggung lokal maupun internasional, figur para tokohnya sering menjadi penentu di forum-forum tertentu, bahkan banyak yang mengejutkan para pemimpin dunia pula. Sebab sepak terjang dari setiap tokohnya bukanlah sekedar datang sebagai pecundang, melainkan banyak diantara mereka yang berprestasi hingga mengundang decak kagum pihak manapun.

Perkara kemandirian sikap tokoh-tokoh bangsa ini bukan perkara baru yang sering diangkat ke publik. Pihak penjajah seperti Belanda dan Jepang sekalipun pernah merasakan sengitnya dialog serta perdebatan delegasi bangsa ini dalam berargumentasi untuk mempertahankan prinsip-prinsip pokok serta ideologi negara yang dengan teguh mereka pertahankan. Bahkan tak jarang diantara mereka banyak pula yang rela berkorban sekaligus memasung hasrat pribadinya demi mendapatkan posisi politik Indonesia Dimata internasional. Hingga dari sikapnya itu tentu saja mendatangkan lawan yang secara personal mendapatkan kondisi yang kurang menyenangkan bagi mitra negara lain yang dianggap terlalu menekan dan sulit diajak kompromi.

Persoalan kepiawaian dalam mengkemas politik lokal pun bukanlah perkara baru terjadi terjadi di setiap babak perubahan corak kepemimpinan bangsa ini. Karakteristik tradisi dan budaya indonesia yang kompleks menjadikan generasi indonesia memiliki kematangan politiknya yang luar biasa hingga mampu menggapai akselerasi pada situasi kemajuan dunia yang up to date. Jika selama ini rivalitas partai peserta pemilu yang lolos ke Senayan lebih berfokus pada kekuatan legislatif dan eksekutif hingga terjadi tarik  menarik dalam menjaga kepentingan politik mereka, namun setiap keputusannya tetap saja bisa di kompromikan meski pemerintah dan oposisi sering berbeda pandangan serta tak jarang pula sandungan kerikil yang menghadang harus sama-sama mereka singkirkan.

Kebutuhan untuk mendapatkan figur seorang politisi yang mampu menjembatani berbagai persoalan memang terlihat langka dan masih jarang ditemui. Hadirnya seseorang yang multi talenta serta berkepribadian layaknya seorang negarawan yang memiliki kepedulian, loyalitas terhadap bangsa dan negara, arif dan bijaksana, bersikap adil, memahami seluk beluk pemerintahan seutuhnya serta tidak tercela atau tersandung kasus-kasus tercela termasuk perbuatan korupsi yang menjijikkan, tentu menjadi dambaan banyak pihak. Sebab tak sedikit dari kalangan penguasa saat ini yang terkesan tidak negarawan serta bersikap tidak netral pula dalam berbagai keputusannya. Bahkan para penguasa itu pun disinyalir menggunakan kekuasaannya untuk menyeret oknum lembaga negara lain yang bersifat independen guna memuluskan langkah politik kekuasaan yang diharapkannya.

Proses jalannya demokrasi tak lagi dilakukan secara fair play sebab hampir bisa dipastikan jika semua peserta partai politik yang mengikuti pemilu melakukan money politik yang berbungkus uang transport dan biaya penggantian uang lelah disetiap tingkatan, baik pilkada atau pemilihan legislatif yang berjenjang di kabupaten / kota maupun provinsi bahkan nasional. Cara semacam ini sudah seperti transaksi perdagangan dalam sistem ekonomi yang memberlakukan mata uang sebagai nilai tukar jika seseorang ingin mendapatkan apa yang di inginkan baik berupa barang atau jasa dari pihak lain. Maka, sistem politik yang diterapkan pun hampir sama berlakunya untuk menjadi alat tukar kepentingan melalui transaksi politik yang marak sekarang ini.

Dalam arti luas, politik adalah suatu aktivitas yang di gunakan masyarakat untuk menegakkan peraturan yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Dimana cara mencapai tujuan itu disebut sebagai langkah politik. Ilmu politik bertujuan untuk mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, dan memelihara perdamaian dunia. Namun kita acapkali lupa, bahwa tradisi dan budaya pun menjadi nilai penting untuk dipertahankan bahkan jika perlu dipertukarkan dalam aktifitas kehidupan suatu bangsa. Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat guna menentukan sikap dan tingkah laku seseorang dalam berhubungan dengan orang lain dalam menjalankan hidupnya.

Jika selama ini, para pelaku politik sering membagikan atribut keagamaan yang mereka lakukan disetiap ajang kampanye pemilihan, meski hal ini dipertentangkan dari aturan pemilu. Terutama oleh mereka yang berbasis partai Islam yang tentu saja bertujuan meraup suara dari mayoritas muslim disekitar lingkungannya. Toh faktanya tidak semua umat Islam memiliki keinginan yang sama dari cara mereka menggemari busana. Artinya, banyak diantara umat Islam pun menyukai atribut budaya serta menginginkan atribut-atribut tersebut untuk dikenakan dalam kehidupan kesehariannya. Apalagi hal ini semestinya menjadi celah bagi partai-partai nasional untuk menaikkan pamor budaya yang kembali digemari masyarakat Indonesia pada umumnya.

Pada kenyataannya, masyarakat tidak sepenuhnya tunduk kepada dalil-dalil keagamaan. Bahkan tak sedikit pula dari mereka yang menjadi fanatik terhadap ideologi bangsa ini. Bagaimana pun, hubungan Pancasila dan agama adalah hubungan yang saling membutuhkan, dimana agama memberikan peningkatan moral bangsa dimana Pancasila yang menjamin kehidupan beragama agar dapat berlangsung dengan nyaman, tentram dan damai. Sedangkan Pancasila sebagai manifestasi dari kebudayaan yang melahirkan persepsi positif, nilai-nilainya pun berkembang dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, budaya merupakan embrio lahirnya Pancasila seutuhnya. Inilah gambaran kehidupan bangsa Indonesia sekarang ini.

Salam Toleransi:
Andi Salim 

Waspada Penjajahan Gaya Baru Bernama ARABISASI

*Waspada Penjajahan Gaya Gaya Baru Bernama Arabisasi*


Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan angkat bicara terkait maraknya kolonialisasi arabisasi di Indonesia yang menurutnya sudah sangat *meresahkan dan membahayakan*

Padahal di Arab Saudi sendiri saat ini sudah berubah menjadi modernisasi di berbagai bidang, bahkan beberapa kebijakan sekuler sudah  diterapkan mulai dari diizinkannya gelaran tari samba, diizinkan wanita berbikini, diizinkan minuman keras hingga pencabutan peran polisi syariat.

Ken mengaku dirinya bukan *rasis anti Arab, sebab kita tidak bisa request lahir negara tertentu, tapi hanya berbicara fakta yang terjadi di masyarakat, banyak juga sahabat yang keturunan Arab yang baik*. 

*Arabisasi* menurut Ken adalah upaya untuk menerapkan budaya Arab pada suatu tempat, pada sebuah kelompok skala kecil atau besar dengan *mengatasnamakan agama*.
Padahal agama masuk ke Indonesia itu, untuk diserap ajarannya, *bukan budayanya*. 

Bahkan dulu, kelompok Arab ini sudah bikin parpol yaitu *Partai Arab Indonesia* yang semula adalah Persatuan Arab Indonesia pada jaman penjajahan Belanda. 

Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) juga seorang marga keturunan Arab bernama Dipo Nusantara Al Aidit, Seorang Muslim yang taat dan hafidz quran 30 Juz, ini dibenarkan oleh putranya Ilham Aidit. Menurutnya keturunan marga Al Aidit cukup banyak di Indonesia, terutama di wilayah Sumatera, namun Marga Al Aidit lenyap ditelan bumi setelah ramai kasus G30 S PKI tahun 1965.

Menurut catatan sejarah pada tahun 1960 para Habib keturunan Arab Yaman akan dipulangkan ke negara asalnya oleh Jendral Ahmad Yani atas perintah Presiden Soekarno, ini yang memantik dendam dan kemarahan Al Aidit akhirnya memuncak dan tahun 1965 terjadi gerakan pemberontakan dan penculikan terhadap para jendral, termasuk Jendral Ahmad Yani. 

Pada jaman penjajahan Belanda, kelompok *Arab ini memang men dapatkan tempat yang special dimata penjajah*. 
Bahkan derajatnya diangkat lebih tinggi dari masyarakat biasa. 
*Arab seperti bangsawan dan masyarakat sebagai budak*. 

Bahkan seorang keturunan Arab bernama Habib Utsman bin Yahya diangkat oleh Belanda sebagai *Honorair adviseur (Penasehat Kehormatan) bersama sahabatnya Snouck Hurgronje*.

Hal ini menimbulkan perdebatan dimasyarakat saat itu sebab *Habib Ustman Bin Yahya dan Snouck Hurgronje dianggap penyusup dan pengkhianat umat Islam*
 
Ada 2 Tokoh pimpinan Negara Islam Indonesia (NII) yang juga Pendiri Jamaah Islamiyah yaitu:
*Abu Bakar Baasyir dan Abdulllah Sungkar* 
adalah keturunan Arab. 
Termasuk *Abdul Qadir Hasan Baraja* Tokoh NII yang kini mendirikan ormas Khilafaful Muslimin. 

Menurut Ken, Ada 2 organisasi besar di Indonesia yang menjadi sasaran arabisasi dan *banyak tokoh tokohnya sudah banyak yang terpapar yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah*. 

NU dijajah oleh Kelompok Habib dan Muhamadiyah dijajah Salafi Wahabi dan masing masing kelompok Arab ini juga terpecah belah di antara mereka.

Kelompok Habib bisa masuk ke NU karena dipercaya saat ada keturunan nabi, yang jika mengikutinya akan mendapatkan *surga*. 

Jadi, jika ada wajah *kearab araban* dan mengaku *habib walaupun nasabnya tidak jelas*
maka : dianggap wajib dihormati dan *kasta derajatnya lebih tinggi* dari masyarakat biasa. 

*Padahal tidak ada jaminan keturunan nabi akan masuk surga*.
Bahkan dalam, sejarah di Al Qur'an dijelaskan bahwa: *jangankan cucunya nabi, Istri dan anak Nabi yang merupakan kerabat terdekat divonis neraka kerena durhaka*

Ada doktrin di masyarakat yang menyebut jika mengikuti cucu nabi akan dijanjikan surga. Sebab cucu nabi adalah orang-orang yang dijamin kesuciannya. Kalaupun melakukan kesalahan atau dosa atau maksiat akan diampuni Tuhan.

Bahkan ada habib yang memberikan statemen bahwa :
*Belajar ke satu habib yang bodoh sekalipun itu lebih baik daripada belajar ke 70 orang alim atau kiai* 
Doktrin ini sangat keterlaluan, dan tidak masuk akal. 

Sedangkan kelompok Salafi Wahabi adalah kelompok yang mereka mewajibkan umat Islam mengikuti agama seperti jaman nabi dulu, *kelompok ini kaku dalam beragama*
anti terhadap budaya 
Anti kearifan lokal. 
Tidak segan segan mengharamkan : membid'ahkan. Mengkafirkan orang orang yang diluar kelompoknya. 

*Banyak Artis, Pejabat bahkan aparat TNI Polri*   yang terpapar ajaran Salafi Wahabi, *disebabkan salah mengundang penceramah*. 

Dampaknya adalah : sering terjadi *perpecahan, permusuhan, kedengkian, saling mengkafirkan, menjatuhkan, bahkan saling membunuh diantara umat Islam sendiri yang tidak sepaham dengan mereka*. 

Menurut Ken, 
jika ditelaah lebih dalam, *kolonialisasi arabisasi* adalah upaya copy paste *pergeseran dendam politik konflik Sunni Syiah di timur Tengah ke Indonesia*. 

Kalau konflik Sunni Syiah di timur Tengah itu jika ditelusuri lagi juga ada dendam masa lalu antara pendukung keluarga dan sahabat nabi yaitu Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Ustman bin Affan dan Ali Bin Abu Thalib. 

Kelompok pendukung Aisyah meyebut dirinya Sunni atau Salafi

Pendukung Ali menyebut dirinya sebagai Syiah, dan Syiah ini juga terpecah menjadi beberapa kelompok, ada yg lembut dan ada yang keras. 

Habib di Indonesia mayoritas adalah pendukung Syiah karena mereka adalah garis keturunan dari Ali. 

*Sebagian aliran Syiah* : 
menganggap bahwa kekuasaan yang diraih oleh ketiga khalifah tersebut        *ilegal*.
Karena merebut hak wasiat yang seharus nya diterima oleh Ali. 

Bahkan keributan antar keluarga Nabi dan pendukungnya ini akhirnya menimbul kan peperangan besar antar keluarga Nabi yaitu antara
*Aisyah dan Ali Bin Abu Thalib*, antara istri Nabi dan sepupu sekaligus menantu Nabi.

Harus diingat bahwa 
Sejarah kelam mencatat dengan tinta darah para sahabat Nabi seperti 
Umar Bin Khattab meninggal karena diracun, 
Ustman bin Affan meninggal karena dibunuh saat membaca alquran dan 
Ali Bin Abu Thalib juga meninggal karena dibunuh oleh tokoh umat Islam juga bernama Abdurrahman bin muljam. 

*Sejatinya* mereka ribut dan berperang bukan karena mempertahankan agama, tapi memperebutkan *kekuasaan atas nama agama*

Jika budaya konflik perang tersebut dibawa dan *digeser ke Indonesia dan masing masing kelompok Arab itu juga menyebarkan paham dendam kebencian* nya kepada masyarakat Indonesia maka hal ini yang sangat *berbahaya dan mengakibatkan perpecahan* yang sangat luar biasa

Masyarakat Indonesia dengan budaya luhur  *nusantara sangat terbuka* bagi siapapun. 
Tanpa pandang bulu baik itu *suku, bangsa, ras maupun agama*, semua boleh hidup dan tinggal di Indonesia. 

Betul kata *Bung Soekarno* : Kalau jadi hindu jangan jadi orang India. Kalau jadi orang Islam jangan jadi orang Arab. Kalau kristen jangan jadi orang yahudi, *tetaplah menjadi orang Indonesia, dengan adat dan budaya luhur Nusantara* Tutup Ken.

*Boleh dishare/bagikan*

Kamis, 23 Mei 2024

Kesaksian Actor Terkenal Jim Cavierzel

Kisah Nyata
Kesaksian Jim Caviezel, Pemeran YESUS dalam film 'The Passion of the Christ.

"Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuk saya itu adalah seorang Muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis......

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film "The Passion Of the Christ". Berikut refleksi atas perannya di film itu.

JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN2 KECIL DALAM FILM2 YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH DIMILIKINYA (SEBELUM THE PASSION) ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG BERJUDUL " THE THIN RED LINE". ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI BEGITU BANYAK AKTOR BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU.

Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

"Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalamfilm besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda.

Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, "Hallo ini, Mel". Kata suara dari telpon tersebut. "Mel siapa?", Tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu actor dan sutradara Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya.

Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2 lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek Aramik, bahasa yang digunakan pada masa itu.

Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah resiko terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai actor di Hollywood.

Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan resiko tersebut. Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di Hollywood . Sehingga habislah seluruh karir saya dalam dunia perfilman.

Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam film itu, saya katakan padanya. "Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?" Mel menggeleng setengah terperengah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di "Thin Red Line". Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung resikonya, mari kita buat film ini!

Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, dapatkah saya melakukannya? Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut membingungkan saya, karena begitu banya referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.

Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dalam diri saya.

Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket. Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh hidup saya.

Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran munkin menjadi jalan hidup saya. Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting.

Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu.

Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada bayangan saya.

Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap berdiri, saya adalah orang satu-satunya di lokasi syuting yang hampir tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain duduk-duduk santai sambil minum kopi. Kostum kasar yang sangat tidak nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting membuat saya sangat tertekan. Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu dipundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut. Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga.

Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong kesakitan, minta pertolongan. Para kru mengira itu akting yang luar biasa, mereka tidak tahu kalau saya dalam kecelakaan sebenarnya. Saat saya memulai memaki, menyumpah dan hampir pingsan karena tidak tahan dengan sakitnya, maka merekapun terkejut, sadar apa yang sesungguhnya terjadi dan segera memberikan saya perawatan medis.

Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu. Saya bekata pada Mel, saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini. Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan dengan bahan yang lebih ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi, dan mengulang seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat didalam film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya.

Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting penyambukan Yesus. Saya gemetar menghadapi adegan itu, Karena cambuk yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm. Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan ditanah sambil memaki orang yang mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya untuk memberi pertolongan.

Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal dibuat yaitu pada bagian penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus manggunakan mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan tergantung diatas kayu salib, diatas bukit yang tertinggi disitu. Angin dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang biasa mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya.

Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya. Dari adegan-keadegan lain semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia. Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa. Hanya untuk berdoa, berseru pada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini. Saya tidak bisa, masih tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus sendiri melalui semua itu, bagaimana menderitanya Dia. Dia bukan sekedar mati, tetapi mengalami penderitaan luar biasa yang panjang dan sangat menyakitkan, bagi fisik maupun jiwaNya.

Dan peristiwa terakhir yang merupakan mujizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada diatas kayu salib. Saat itu tempat syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terjadi seperti yang diceritakan. Saya ketakutan tergantung diatas kayu salib itu, disamping kami ada dibukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar. Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang (setan tidak senang dengan adanya pembuatan film seperti ini). Dan sayapun tidak sadarkan diri.

Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah berkumpul disekeliling saya, sambil berteriak-teriak "dia sadar! dia sadar!" (dalam kondisi seperti ini mustahil bagi manusia untuk bisa selamat dari hamtaman petir yang berkekuatan berjuta-juta volt kekuatan listrik, tapi perlindungan Tuhan terjadi disini).

"Apa yang telah terjadi?" Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telah menghantam saya diatas salib itu, sehingga mereka segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mujizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.

Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, "Tuhan, apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan ini terjadi, apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan"? Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat padaNya, supaya iman kita tetap kuat dalam ujian.

Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa… mengagumkan… tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada disitu, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan diriNya sendiri.

Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.

Saya harap mereka yang menonton The Passion Of Jesus Christ, tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menjadi kecewa.

Tetap pandang hanya pada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain. Sejak banyak bergumul berdoa dalam film itu, berdoa menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu telah menyentuh dan mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terjadi pada hidup anda. Amin.

Kata Bijak Politis

Marcus Cicero dari kekaisaran Romawi ( tahun 43 SM ) menulis hal yg bijak sbb :

 1• Orang Miskin.... Kerja, Kerja, Kerja

 2• Orang Kaya.... Mengeksploitasi Orang Miskin

 3• Prajurit..... Melindungi keDua nya

 4• Wajib Pajak..... keTiga nya Membayar

 5• Bankir...... Merampok keEmpat nya

 6• Pengacara...... Menyesatkan keLima nya

 7• Dokter...... Menagih keEnam nya

 8• Para Preman...... Menakut-nakuti keTujuh nya

 9• Politisi...... Hidup Bahagia Karena keDelapan nya

Semua yg ditulis...Berlaku Sampai Detik ini 👌
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India