Kamis, 20 Januari 2022

BERSIAP MENGARUNGI METAVERSE

 Selamat tinggal Ekonomi Digital.....
Selamat Datang Ekonomi Metaverse !!

============================

BERSIAP MENGARUNGI METAVERSE

YANDRA ARKEMAN
Profesor di Program Studi Teknik Industri Pertanian dan Peneliti AI/Blockchain, IPB University.

Salah satu teknologi digital yang akan  berkembang pesat pada 2022 adalah metaverse. Perbincangan tentang metaverse dimulai sekitar akhir Oktober 2021 lalu ketika Facebook resmi berganti nama menjadi Meta, sebagai tekad memasuki bisnis baru teknologi digital yang berbasis virtual and augmented reality (VR/AR).

Sejak saat itu, diskusi tentang metaverse menjadi trending topic di berbagai media di seluruh dunia. Bagaimana tidak? Teknologi baru ini akan mengubah peradaban dan perekonomian dunia secara revolusioner di masa depan!

Metaverse pada hakikatnya jagat raya baru yang dibangun di dunia virtual. Awalan meta diambil dari bahasa Yunani yang berarti “lebih dari” atau “melampaui” sepadan dengan kata beyond dalam bahasa Inggris.

Dalam jagat raya baru ini, kita bisa bertemu secara virtual dengan pengguna lain yang sedang daring dalam dunia digital 3D (tiga dimensi). Diri kita akan “diwakili” avatar 3D, demikian juga pengguna lainnya. Inilah yang membedakan metaverse dengan internet 2D.

Dalam internet konvensional, kita hanya bisa bertemu pengguna lain dengan menggunakan nama akun, foto, atau video 2D. Untuk memasuki metaverse, kita harus menggunakan kacamata khusus, kacamata VR (virtual reality).

Misalnya, seseorang bisa memasuki pameran dan konferensi ilmiah yang diselenggarakan dalam bentuk metaverse. Setelah mendaftar, dia bisa datang dan memasuki ruang pameran dengan kacamata VR yang dia miliki.

Dia bisa berkeliling ke seluruh booth pameran, bertanya ke penjaga stan serta bertemu pengunjung lain secara virtual dan real time.

Orang tersebut juga bisa melihat berbagai papan iklan di sepanjang pameran dan bertransaksi jual-beli secara langsung di dunia virtual ini. Semuanya persis seperti dia mengunjungi pameran di dunia nyata.

Bedanya, dia bisa melakukannya sambil duduk menggunakan baju tidur di rumah, yang masuk ke pameran adalah perwakilan dirinya (avatar) yang mengenakan setelan jas lengkap yang dia kendalikan dengan kacamata VR, program komputer, dan platform metaverse. Setelah melihat pameran, dia bisa menjadi pembicara di konferensi ilmiah di depan peserta lain yang tentu dalam bentuk avatar juga.

Bentuk 2D dari konferensi seperti ini, sering kita lakukan sekarang menggunakan Zoom, Microsoft Teams, atau Google Meet. Platform konferensi konvensional ini akan segera bertransformasi menjadi metaverse.

Dari contoh di atas, banyak peluang bisnis baru di era metaverse. Pertama, menyediakan platform dan co-working space di dunia virtual 3D. Ini perlu saat pandemi ketika sebagian bekerja jarak jauh dengan platform 2D yang kemampuannya terbatas.

Dengan teknologi metaverse yang ditunjang teknologi internet 5G, proses kolaborasi secara daring lebih mudah dan efektif.

Dalam bidang keteknikan, insinyur dari berbagai belahan dunia dapat berinteraksi dalam dunia virtual 3D secara real-time dan melakukan berbagai simulasi 3D secara simultan untuk mencari desain pesawat ruang angkasa yang optimum tanpa bertemu fisik.

Penggunaan metaverse untuk pengambilan keputusan cerdas seperti ini,  juga diperlukan berbagai bidang lainnya seperti kesehatan, sosial, kepolisian, politik, agromaritim, pemerintahan, dan militer.

Bisnis kantor virtual 3D ini akan sangat prospektif dengan adanya perubahan pola pikir dan budaya masyarakat modern pascapandemi, yang lebih menyukai bekerja dari rumah dengan seefektif dan seproduktif mungkin.

Dengan seringnya masyarakat menggunakan metaverse, akan terbuka peluang bisnis kedua, yaitu marketplace dan periklanan. Di setiap sudut ruang metaverse, kita bisa memasang papan iklan yang menarik sehingga bisa meningkatkan penjualan.

Dengan seringnya masyarakat menggunakan metaverse, akan terbuka peluang bisnis marketplace dan periklanan.

Di masa depan, transaksi e-commerce di metaverse bisa triliunan rupiah dan lebih besar daripada omzet jual beli daring saat ini. Sebab, promosi produk bisa di tempat dan suasana sesuai realitas di dunia nyata sehingga lebih atraktif dan mengena di hati konsumen.

Bisnis ketiga lebih unik lagi karena belum kita kenal sebelumnya. Dalam bisnis ini, kita bisa membeli atau menjual produk yang hanya ada dalam bentuk digital. Bentuk fisiknya tidak ada.

Sebagai contoh, “seorang” avatar akan menghadiri pertemuan bisnis, lalu membeli jas dan dasi di toko dalam metaverse. Transaksi dilakukan riil, artinya ada uang yang berpindah dari pembeli ke penjual. Kelak, avatar ini bisa menjualnya jika sudah tak diperlukan.

Dalam metaverse seperti ini, kita juga bisa melakukan investasi dengan membeli “tanah” atau space. Harga “tanah” ini suatu saat naik karena tingginya permintaan dan kalau dijual tentu menjadi sumber pendapatan yang sangat baik bagi investor.

Sertifikat kepemilikan “tanah” dibuat dengan teknologi non fungible token (NFT) berbasis blockchain yang lebih aman dan sangat sulit dipalsukan.

Fenomena ini sangat aneh bagi sebagian orang tetapi dalam bentuk sederhana hal ini sebenarnya tak ubahnya seperti kita melakukan jual-beli nama alamat web atau domain di internet 2D yang ada saat ini.

Transaksi dan investasi dalam metaverse seperti inilah yang disebut realitas virtual yang akan membentuk masa depan kita. Dengan fenomena ini, dapat diramalkan ekonomi digital akan segera terdisrupsi oleh ekonomi metaverse yang lebih menakjubkan.

Transaksi dan investasi dalam metaverse seperti inilah yang disebut realitas virtual yang akan membentuk masa depan kita
 
Bisnis lain di era metaverse di antaranya mensponsori acara dalam metaverse (seminar, pameran, konser), gim metaverse, jasa konsultasi terkait metaverse, perangkat keras metaverse (kacamata dan lainnya), e-learning dan pendidikan dengan metaverse serta meningkatkan efisiensi industri dengan teknologi metaverse.

Lalu apa implikasi teknologi metaverse ini untuk kita saat ini? Hal yang jelas, kita tidak mau hanya menjadi pengguna teknologi metaverse.

Saat ini, raksasa teknologi digital seperti Meta, Google, Microsoft dan lainnya berpacu merajai bisnis metaverse kemudian menjualnya ke negara ketiga. Maka, kita harus mempersiapkan diri menguasai bahkan menjadi inovator berbagai aspek dari metaverse ini.

Kita harus berpacu dan berkolaborasi dengan negara maju untuk mempelajari berbagai ilmu dan teknologi digital terkait metaverse. Berbagai pusat riset teknologi digital maju harus segera dibangun di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Sebagai contoh, di IPB pada 2017 dibentuk grup riset Blockchain, Robotics and Artificial Intelligence Networks (BRAIN) yang sekarang perlu bertransformasi menjadi Meta-BRAIN. Selain itu, kita harus mempersiapkan SDM unggul di bidang teknologi digital maju.

Hanya dengan nasionalisme tinggi, kita bisa menyaingi raksasa teknologi digital maju dunia agar dapat duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan mereka. Kita tentu tak mau menjadi korban kapitalisme teknologi yang semakin mengancam dunia.


https://www.republika.id/posts/23931/bersiap-mengarungi-metaverse

PENGAKUAN KADER PKS "CARA MENGHANCURKAN NKRI"

 
Gbr Ilustrasi 
(Note๐Ÿ‘‰Anda dpt mendengar lagu sambil baca,caranya scrool kebawah artikel ini,terus klik lagu...dan kembali ke awal tulisan ini dan Anda dihibur sambil membaca...๐Ÿ˜„๐Ÿ‘‡)

PENGAKUAN KADER PKS "CARA MENGHANCURKAN NKRI"
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2689965391142782&id=100003880414491&sfnsn=wiwspmo&extid=7AsBVMmLQApKWgVl

Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam.

Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati masyarakat dan para kadernya sendiri dengan sentimen keagamaan serta jargon sebagai partai bersih. Sayangnya, banyak masyarakat dan orang-orang di dalam tubuh PKS ini pun tidak menyadarinya.

Bagian tersebut akan saya jelaskan secara singkat di akhir cerita saya, dan sekarang saya ingin berbagi dulu kepada para pembaca mengenai sistem pengkaderan PKS yang sangat canggih dan sistematis sehingga dalam waktu singkat membuatnya menjadi partai besar.

Saya waktu mahasiswa adalah kader PKS mulai dari 'amsirriyah sampai ke 'am jahriyah. Mulai dari saya masih sembunyi-sembunyi dalam berdakwah, sampai ke fase dakwah secara terang-terangan, sejak PKS masih bernama PK sampai kemudian menjadi PKS.

Dalam struktur pengkaderan PKS di kampus, ada beberapa lingkaran, yakni lingkaran inti yang disebut majelis syuro'ah (MS), lingkaran kedua yang disebut majelis besar (MB), dan lingkaran tiga yang menjadi corong dakwah seperti senat (BEM), BPM (MPM), lembaga kerohanian islam.

Jenjangnya adalah mulai dari lembaga dakwah tingkat jurusan, fakultas, sampai ke universitas. Jika di universitas tersebut terdapat asrama dan punya kegiatan kemahasiswaan, maka di sana pun pasti ada struktur seperti yang telah saya terangkan.

Universitas biasanya akan berhubungan dengan PKS terkait perkembangan politik kampus maupun perkembangan politik nasional. Dari sanalah basis PKS dalam melakukan pergerakan-pergerakan politik dalam negeri atas nama mahasiswa, baik itu yang berwujud demonstrasi maupun pergerakan lainnya. Sistem pergerakan, pengkaderan dan struktur lingkaran yang terjadi di dunia kampus sama persis dengan yang terjadi di tingkat nasional.

Kembali ke dalam struktur lingkaran PKS di kampus, orang-orang yang duduk di MS jumlahnya biasanya tidak banyak dan orang-orangnya adalah orang-orang yang terpilih. Kebanyakan yang menjadi anggota MS adalah mahasiswa yang memang sudah dikader sejak SMU. Tapi ada juga yang berhasil masuk ke dalam MS dari orang-orang yang telah dikader pada saat kuliah. Saya termasuk orang yang masuk ke dalam lingkaran MS yang baru dikader pada saat kuliah dan menduduki posisi sebagai mas’ulah di asrama UI sehingga saya punya akses langsung untuk berdiskusi dengan mas’ulah tingkat universitas. Dari sini juga saya akhirnya banyak tahu sistem dalam PKS meskipun saya pada tingkat fakultas hanya masuk sampai tingkat MB.

Struktur MS dan MB memiliki mas’ul (pemimpin untuk anggota ikhwan) dan mas’ulah (pemimpin untuk anggota akhwat). Masing-masing mas’ul(ah) ini membawahi MS secara keseluruhan dan ada juga mas’ul(ah) yang membawahi sayap-sayap dakwah, yakni sayap tarbiyah (mengurusi pengkaderan khusus untuk ikhwah seperti pemetaan liqoat, materi liqoat, dll), sayap syiar (mengurusi syiar Islam, khususnya dalam lembaga kerohanian formal dan menjaring kader baru), dan sayap sosial & politik (mengurusi dakwah dalam bidang lembaga formal kampus, yakni BEM dan MPM).

Di lingkaran kedua adalah majelis besar, anggotanya adalah ikhwah yang sudah dikader juga dan tinggal menerima keputusan dari MS untuk dilaksanakan. Jadi, MS ini adalah think-tank dari seluruh kegiatan yang terjadi di kampus. Apabila kader PKS duduk sebagai ketua BEM/Senat atau MPM/BPM, maka semua kegiatannya harus mendapat izin dari MS dan memang biasanya berbagai agenda di BEM/Senat dan MPM/BPM ini dibuat oleh MS.

Bagaimana sistem pengkaderan PKS itu sendiri? Bagaimana PKS mengubah seorang menjadi kader yang militan? 

Jalan pertama adalah menguasai Senat, BEM, BPM, dan MPM. Apabila lembaga formal ini sudah dikuasai, akan mudah untuk membuat kebijakan terutama pada masa penerimaan mahasiswa baru.

Saat orientasi mahasiswa baru biasanya mereka akan dibentuk menjadi kelompok kecil (halaqah) dan ikhwah PKS akan berperan sebagai mentor. Kegiatan ini akan berlanjut rutin selama masa perkuliahan di mana halaqah ini akan berkumpul 1 minggu sekali. Dari sinilah biasanya akan terjaring orang-orang yang kemudian akan menjadi ikhwan  militan, bahkan orang yang sebelumnya tidak pakai jilbab dan sangat gaul bisa menjadi seorang akhwat yang sangat pemalu namun juga sangat militan.

Agenda utama kami adalah membentuk Manhaj Islamiyah di Indonesia menuju Daulah Islamiyah (mirip dengan sistem Khilafah Islamiyah dari HTI). Doktrin utama dalam sistem jamaah PKS yang juga menamakan dirinya sebagai jamaah Ikhwanul Muslimin ini adalah “nahnu du’at qobla kulli sya’I” dan “sami’na wa ata’na”. Dua doktrin inilah yang membuat kami semua menjadi orang yang sangat loyal dan militan. Setiap instruksi yang diberikan dari mas’ul(ah) ataupun murabbi(ah) kami akan kami pasti patuhi meskipun kami tidak benar-benar paham tujuannya. Seperti menyumbang, mengikuti demonstrasi, meskipun harus bolos kuliah, dll.

Selama saya aktif di pergerakan ini, saya melihat banyak sekali teman-teman saya yang berhenti menjadi Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Dulu saya merasa kasihan kepada mereka, karena yang saya tahu --- diberitahu oleh murabbi kami dan juga seringkali dibahas dalam taujih atau tausiyah (semacam kultum) --- bahwa dalam jalan dakwah ini selalu akan ada orang-orang yang terjatuh di jalan dakwah. Mereka adalah orang-orang futur (berbalik ke belakang).

Orang-orang ini biasanya kami label sebagai anggota “basah” (barisan sakit hati). Saya mempercayai semuanya sampai akhirnya saya pun merasa tidak cocok lagi untuk berada di sana dan memutuskan untuk keluar dari ADK, padahal saya dulu sudah diproyeksikan sebagai ADK abadi (orang yang akan menjadi aktivis dakwah kampus selamanya dengan cara menjadi dosen atau karyawan tetap di kampus).
Ada beberapa alasan yang membuat saya mengambil keputusan untuk keluar, antara lain: Adanya eksklusivisme antara kami para ADK dengan orang-orang di luar ADK. Kami para ADK adalah orang-orang khos (orang khusus) dan mereka adalah adalah orang ’amah (orang umum). Orang khos adalah orang yang sudah mengikuti tarbiyah dan mengikuti liqo’at (semacam halaqah tapi lebih khusus lagi) dan orang ’amah adalah orang yang belum mengenal tarbiyah. Para ikhwah, terutama para ADK, tidak akan mau menikah dengan ’amah karena mereka dapat membuat orang khos seperti kami menjadi futur, bahkan bisa membuat kami terlempar dari jalan dakwah. 

Istilah khos dan a’amah ini membuat saya merasa tidak natural dan tidak manusiawi dalam menghadapi teman saya yang ’amah. Saya diajarkan bahwa mereka adalah mad’u (objek dakwah) saya. Jika saya bisa menarik mereka ke dalam sistem kami, apalagi bisa menjadi ADK, maka kami akan mendapat pahala yang sangat besar. Saya merasa menjadi berdagang dengan teman saya yang dulunya sebelum menjadi ADK adalah sahabat saya. Saya merasa tidak memanusiakan teman saya dan lebih memandang mereka sebagai objek dakwah.

Dalam liqo’at ataupun dauroh saya juga ada beberapa hal yang membuat saya tidak sreg, seperti bahwa saya harus lebih mengutamakan liqo’at daripada kepentingan orang tua dan keluarga saya. Bahkan saya pernah diberitahu bahwa bila sudah ada panggilan liqo’at, meski orang tua saya sakit dan harus menjaganya, saya harus tetap datang liqo (entah mengapa selama beberapa tahun saya bisa menerima konsep yang kurang manusiawi ini). Hal lain adalah saya tidak boleh mengikuti kajian di luar liqo saya, padahal setahu saya bahwa kebenaran itu tidak hanya milik liqo saya, masih banyak sekali kebenaran di luar sana. 

Bahkan buku bacaan pun diatur dimana ada banyak buku yang saya sangat berguna untuk menambah wawasan keislaman saya seperti buku yang mengajarkan tentang hakikat Islam namun oleh murabbi saya dilarang. Untuk hal ini saya membangkang karena, seandainya Islam itu memang benar rahmatan lil alamin, ilmunya pasti sangat luas dan tidak hanya monopoli orang-orang di PKS semata. Dan hal yang paling mengusik saya adalah selama saya mengaji di liqo ataupun mengikuti taujih dan taushiyah dalam syuro ataupun dauroh-dauroh (training) saya merasa lebih banyak diajarkan tentang kebencian terhadap agama atau aliran lain, seperti bagaimana kejamnya kaum Nashoro (Nasrani) yang membantai saudara kami di Poso, Yahudi yang membantai saudara kami di Palestina, JIL yang memusuhi kami, NII yang sesat, teman-teman Salafi yang mengganggu kami, dst. 

Sampai-sampai, akibat begitu terinternalisasinya hal tersebut, ketika saya mengikuti tarbiyah universitas dan sedang makan siang, saya dan teman-teman menganggap yang sedang kami makan dan telan itu adalah orang-orang Yahudi dan Nashoro. Doa-doa kami pun selalu secara khusus ketika qunut adalah untuk mujahid-mujahid di Palestina dan Afghanistan (kadang saya berpikir kapan kita berdoa untuk pahlawan perjuangan di Indonesia yang telah menghadiahkan kemerdekaan kepada kita). Sejujurnya, saya lebih tersentuh dan bisa menangis tersedu-sedu ketika dibacakan ayat-ayat seperti dalam surat Ar-Rahman yang menceritakan Cinta-Ilahi ketimbang surah seperti Al-Qiyamah yang menceritakan azab-Nya. 

Kebencian sangat bertentangan dengan hati nurani saya karena saya sangat percaya dengan ayat yang mengatakan bahwa rahmat Allah SWT lebih cepat dari murka-Nya, yang artinya cinta Allah SWT seharusnya dapat menghapus kemarahan-Nya terhadap umat manusia. Inilah sebabnya mengapa di sini hati saya merasa sangat kering saat mengikuti tausiyah dan taujih yang senantiasa bercerita tentang peperangan dan kebencian. Semua ganjalan yang saya rasakan akhirnya meledak ketika saya kemudian tahu dari sumber yang terpercaya dalam pemerintahan, juga dari petinggi PKS sendiri, tentang agenda yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya dan pastinya juga tidak diketahui oleh orang-orang selevel saya atau bahkan pun pengurus inti PKS.

AGENDA UTAMA PKS

Agenda utama PKS adalah menghancurkan budaya Indonesia melalui invasi budaya Arab Saudi.

Banyak sekali indikasi yang saya rasakan langsung pada saat menjadi ADK, seperti upaya kami untuk menghalang-halangi acara seni, budaya, musik, dll. Hingga berbagai upaya kami agar bisa memboikot mata kuliah ilmu budaya dasar (IBD).

Saya ingat dulu, karena saya begitu termakan doktrin bahwa mata kuliah IBD tidak berguna dan bisa melemahkan iman, saya seringkali membolos kalau ada latihan menari sampai saya sempat dibenci teman-teman saya.

Kembali pada agenda PKS ini sebagai perpanjangan tangan dari Kerajaan Saudi, tujuan utamanya adalah agar kekuasaan Arab bisa mencapai Indonesia, mengingat satu-satunya sumber devisa Arab adalah minyak yang diperkirakan akan habis pada 2050 dan melalui jamaah haji.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya sumber daya alam dan merupakan umat muslim terbesar di dunia. Bahkan jika seluruh umat muslim di Timur Tengah disatukan, umat muslim Indonesia masih jauh lebih banyak. Untuk itu, agar dapat bertahan secara ekonomi, Arab Saudi harus bisa merebut Indonesia dan cara yang paling jitu adalah melalui invasi kebudayaan.

Islam dibuat menjadi satu dengan kebudayaan Arab, sehingga budaya Arab akan dianggap Islam oleh masyarakat Indonesia yang relatif masih kurang terdidik dan secara emosional masih sangat fanatik terhadap agama.

Ketika kebudayaan lokal sudah bisa dihilangkan dan kebudayaan Arab yang disamarkan sebagai Islam dapat berkuasa, maka orang-orang akan menjadi begitu fanatik buta bahkan fundamentalis dan tidak bisa lagi mengapresiasi agama lain dan budaya lokal. Lalu, bila kebudayaan Nusantara sudah sampai dianggap musyrik atau bid’ah, saat itulah NKRI akan bubar.

Orang-orang yang pulaunya dihuni oleh mayoritas non-muslim atau yang masih memegang budaya lokal di Indonesia akan meminta merdeka. Pulau-pulau di Indonesia akan terpecah-belah dan pada saat itulah orang-orang ini akan bagi-bagi “kue”.

Peta rencananya adalah bagian pulau di Indonesia yang mayoritas Islam akan dikuasai oleh Arab. Sedangkan daerah yang penduduknya mayoritas Kristen akan dikuasai oleh Amerika. Lalu, daerah-daerah yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, Buddha, Animisme, dll., akan dikuasai oleh Cina.

Tidak banyak orang PKS yang tahu soal ini, hanya segelintir saja yang memahaminya. Mereka menduduki posisi-posisi strategis dalam pemerintahan agar dapat lebih memudahkan agendanya. Sentimen keagamaan terus dipakai untuk meraih simpati masyarakat. Maka berbagai produk kebijakan, seperti Perda Syariat, UU APP, dll. yang rata-rata hanya sekadar mengurus masalah cara berpakaian semata akan dengan bangganya diterima oleh masyarakat muslim yang naif sebagai keberhasilan Islam.

Masyarakat kita lupa bahwa sampai saat ini PKS belum menghasilkan produk yang dapat memajukan ekonomi, menyelesaikan permasalahan kesehatan, pendidikan, pencegahan bencana alam, korupsi, trafficking, tayangan TV yang semakin memperbodoh masyarakat, dan permasalahan lain yang lebih riil dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita ketimbang sekadar mengatur cara orang dewasa berpakaian dan berperilaku.

Jangan terburu-buru apriori dan menganggap tulisan mengenai pengalaman saya ini adalah black campaign. Renungkan dengan hati nurani yang dalam. Tidak ada kepentingan saya selain hanya menyampaikan kebenaran.

Saya tahu risiko yang ada di hadapan saya dan siapa yang saya hadapi. Tapi saya lebih takut menjadi bagian dari orang yang zalim, karena tahu kebenaran, namun tidak bersuara. Rasa cinta saya bagi negeri yang sudah memberi saya kehidupan ini menutupi rasa takut saya. Saya yakin siapa yang berjalan dalam kebenaran maka kebenaran akan melindunginya.

Buat rekan saya, murabbi saya, sahabat-sahabat saya dulu sesama ikhwah, saya mencintai kalian semua dan akan terus mencintai kalian.Saya berharap, persaudaraan kita tetap terjalin karena bukanlah partai atau agama yang mempersaudarakan kita, tapi karena kita satu umat manusia, anak-cucu Adam. Kalau bahasa teman saya, kita menjadi saudara karena kita menghirup udara yang sama, makanya kita disebut “sa-udara”. Semoga pengalaman saya ini dapat menjadi bahan renungan para jamaah “fesbukiyah” dalam menentukan pilihan pemimpin yang akan membawa kapal Indonesia menuju masyarakat yang bahagia, makmur dan sentosa, yang memiliki jati diri dan menghargai kebudayaan Nusantara. [*]
.
Sumber: https://nublitar.or.id/pengakuan-kader-pks-cara-menghancurkan-nkri/

#RijalulAswajaNU #RijalulAnsorNU #AswajaNU #AnsorNU #BanserNU #FattayatNU #MuslimatNU #JatmanNU #PagarNusaNU #PBNU #PWNU #PCNU #PCINU #MWCNU #PMIINU #IPNU #IPPNU #JQHNU #ISNU #SARBUMUSINU #SNNU #PERGUNU #ISHARINU #RMINU #LAZISNU #LPMAARIFNU #LESBUMINU #LAKPESDAMNU #LPNU #LPPNU #LKNU #LPBHNU #LWPNU #LBMNU #LPBINU #LKKNU #LTMNU #LFNU  #LTTNU
*Selingan, bisa dengar lagu sambil baca, caranya klik lagu di bawah ini, setelah itu secroll ke atas dan Anda dpt tersuskan baca artikel penting tsb* ๐Ÿ˜„๐Ÿ‘‡

 Dari Harry Parintang - Vanny  Lagu Nostalgia Terbaik 
Ada Rindu Untukmu, Jangan Salah Menilaiku


KILAS BALIK 4 TAHUN YANG LALU.

 KILAS BALIK 4 TAHUN YANG LALU.


Sekaligus Sebagai Perbandingan Presiden Republik Indoneaia Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Trump

Kala itu Tepat nya pada hari Jum'at 2 Desember 2016.
Hari yang sangat di banggakan oleh Umat 212 beserta para kroninya sebagai hari paling indah bagi mereka

Saat itu ratusan ribu masa unjuk rasa di Monas , bahkan Rijik s mengklaim bahwa jumlah para pendemo itu sebanyak 7 juta umat, seperti lautan manusia, mereka menuntut agar Gubernur Jakarta Kala itu Basuki Cahaya Purnama (AHOK)  agar dipenjara dengan tuduhan menista Agama. 
Namun di balik itu semua tersusun rencana untuk kudeta merayap menggulingkan Presiden Joko Widodo.

Kita semua tau bahwa Istana Negara tidak jauh dari Monas tempat mereka menggelar aksi demo.

Di dalam ribuan pendemo itu terdiri dari semua elemen lapisan masyarakat (bahkan terus terang saja gak usah di tutupi karena sudah berlalu bahwa banyak tentara aktif ikut dalam rombongan pendemo) 
Dan semua ada rekaman wajah wajah mereka. 

Presiden Joko Widodo sekita Jam 10 pagi Bertanya kepada Komandan Paspampres yg kala itu di Jabat oleh Bapak Jendral Bambang Sus dari Korps Marinir.

" Bagaimana situasi di Monas ?

Apakah Aman untuk saya ke sana ?

"Ucap Presiden Jokowi kepada Dan Paspampres
Komandan Paspampres terkejut mendengar pernyataan Presiden Jokowi 
Dan Menjawab.

"sebaiknya  bapak Presiden tidak usah hadir menemui para pendemo dan Komndan Paspampres memberi KODE MERAH pada Presiden,  yang artinya "NEGATIVE".

Pukul 10.30 WIB pagi. 
Bapak Jokowi sudah memerintahkan Satu anggota Pasukan Paspampres yang tidak usah saya sebutkan Namanya untuk menghitung.. berapa menitkah jarak dari pagar istana untuk menuju panggung Aksi wiro sableng itu..? 

Dan Anggota Tersebut melaporkan Kepada Presiden Jokowi "Mohon izin Lapor Bapak Presiden bahwa jarak yg akan di tempuh untuk mencapai panggung 212 adalah 7 menit dengan jalan kaki, Monjin.. 
Dan Bapak Presiden Jokowi hanya manggut - manggut menerima laporan itu

Tepat Pukul 11: 30 Bapak Presiden Jokowi mengumpulkan para menteri.

Para mentri Belum tau ada apa ini di kumpulkan oleh Bapak Presiden.
Para mentripun terdiam Tapi saling lempar pandang, dan seraya beberapa saat kemudia Presiden Jokowi berkata: 

"Mari kita Bergabung dengan Para Pendemo sekaligus menunaikan sholat Jumat Bersama mereka di Monas". Serentak mereka semua hampir tidak percaya apa yang baru saja mereka dengar...keputusan yang sangat nekat dari Seorang Presiden Jokowi.

Komandan Paspamres Jendral Mar Bambang Suswantono Mtr. Han langsung coba memberi pengertian kepada Presiden Joko widodo 

" Maaf Bapak Presiden, mhi..  resikonya terlalu besar bapak jika Bapak Presiden berniat bergabung dengan Pendemo di Monas, Karena  kita tidak tau siapa - siapa saja yang berkerumun di dalam kerumunan yang besar itu Bapak mhi" tegas Dan Paspampres Nampak Kawatir di wajahnya.. 
Bapak Presiden diam saja sambil manggut manggut.. 

Lalu tiba tiba pukul 11: 40 Wib, Bapak Presiden dengan tenang bicara ...

"Ya sudah kita jalan sekarang ...ini Perintah tegas Bapak Presiden Jokowi"

Semua langsung jalan.. 
Paspampres Girab girab di buatnya.. 

Di depan Istana Bapak Jokowi berpapasan dengan Wapres JK kebetulan mau Sholat Jum'at di Masjid dekat Istana. Dan Spontan Presiden Jokowi langsung mengajak JK untuk bergabung ke Monas dan JK tidak bisa apa - apa kecuali setuju.

Saat itu hujan sangat deras mengguyur Monas pada hari Jum'at Siang 2 Desember 2016 itu. Tapi langkah Bapak Presiden Jokowi tidak surut, tetap berjalan kaki menyusuri jalanan yang penuh mengalir air hujan dengan diapit para Prajurit Setia Waspada menerobos Kerumunan massa sangat padat di Monas terutama di dekat sekeliling panggung 212.
Paspampres tak gentar langsung menerobos panggung paling depan untuk membuka jalan

Dengan kepiawaian Paspampres dengan berbaju loreng baret biru muda sangat gagah sekali mereka terlihat sangat lugas membuka jalan dan membuat pagar hidup, menerobos lautan massa 212 yang berjubel agar Presiden Jokowi bisa lewat menuju panggung.

Dari Panggung belakang Bapak Presiden di gendong Untuk naik panggung tanpa alas kaki, Saat itulah
Ketika Presiden Jokowi naik panggung terjadi Kecemasan tingkat tinggi pada semua personil Pasukan Setia Waspada.

Seluruh saluran  TV nasional dan TV international menayangkan momoen bersejarah itu.., detik - detik yang penuh bahaya itu di lalui dengan tenang oleh Presiden Republik Indonesia itu.

Bagaimana bila terjadi Jokowi di lempar sepatu atau botol air oleh massa ?

Bahkan bagaimana jika ada kelompok radikal yang tiba tiba membawa bom dan meledakan diri..  

Namun Pasukan paspampres sudah antisipasi bahwa bahan peledak dan telpon seluler didak akan berfungsi jika pasukan Setia waspada itu berada di dekat mereka karena  Paspampres membawa alat seperti tas ransel yg berfungsi menon aktifkan semua signal dan benda elektronik....


Jika bom pakai detonator maka otomaris detonator tidak berfungsi, Yang paling di kawatirkan adalah bagaimana bila dengan spontan presiden Jokowi di amuk massa ?

Dan bagaimana jika Bapak Presiden Jokowi dipaksa untuk turun dari panggung oleh massa ?

Yang lebih bahaya sesampai nya Jokowi di panggung, tenyata tidak ada tangga untuk menuju kepanggum tersebut, dan itu tidak mungkin harus putar balik menuju depan panggung.

Tidak Ada jalan lain selain untuk menandu Presiden Jokowi untuk naik ke atas Panggung yang cukup tinggi panggung itu.

Untung saja tubuh bapak presiden Jokowi tidak gendut dan Ternya bapak Presiden JOKOWI sendiri masih sangat gesit, cukup mudah bagi nya untuk naik ke atas Panggung dengan bantuan Paspampres.

Khas dan sangat Etitut Bapak Jokowi sebelum ke Panggung utama Bapak Presiden Jokowi melepas dulu sepatu yang dipakai nya.

Bapak Presiden mengapa di lepas pak ?

Sudah di pakai saja !

Tegas Ajudannya yang was - was bila kaki Presiden Jokowi bisa terinjak di kerumuna massa di sekeliling panggung  ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

"Panggung ini akan di pakai Sholat Jum'at, " balas Presiden Jokowi sambil melempar kan senyuman nya kepada sang Ajudan. 

SIIAAPPP PAK !!! ," tegas ajudan yang sangat bergetar melihat "KESAHAJAAN PEMIMPIN NYA ITU".

Ajudan nya tidak pernah terbersit dalam pikiran nya, suasana yang tegang di tengah kepungan massa ratusan ribu orang itu, Bapak Presiden Jokowi masih mengingat bahwa Kesucian tempat ibadah itu tidak boleh ternodai.

Di atas Panggung tanpa alas kaki Bapak Presiden Jokowi, dengan baju yang basah Karena terguyur hujan, Presiden Jokowi menyapa hangat para peserta Aksi demo dengan takbir.

HRS yang berdiri di samping, Menkopolhukam Wiranto terdiam, ia tak menduga Presiden Jokowi yang selalu dianggap remeh itu dan plonga plongo itu ternyata hadir dan menyapa dengan Takbir Allohu Akbar...Allohu Akbar...Allohu Akbar dengan berdiri tegar dan percaya diri.

Bapak Presiden Jokowi hanya memohon waktu 2 menit saja, tidak banyak bicara tapi bapak Jokowi cukup menenggelamkan dalam pidato yang hanya 2 menit itu.

HITUNGAN JOKOWI TERNYATA TEPAT.

"Kita tidak siap ...di sana juga tidak siap ...
Karena kita sama - sama tidak siap ya saya pikir akan baik - baik saja ", tegas Jokowi dengan suara yang sangat penuh percaya diri.

"Tidak lama setelah peristiwa aksi 212 itu, sang tokoh HRS pergi ke Arab Saudi dan sudah hampir 4 tahun tidak pulang- pulang. Karena terjerat cinta mesum bersama firza husein 

DAN BAGAIMANA DENGAN TRUMP 

Saat pendemo telah merengsek di depan Gedung Putih, beredar kabar bahwa Trump dan sang istri dilarikan ke BUNKER bawah tanah. Trump di amankan ke tempat perlindungan yang paling aman di dunia ini. Bunker yang tahan dari ledakan.

Seperti nya Trump yang suka mengancam di Twitter itu malah ketakutan sama rakyat nya sendiri.

Jauh beda Nyali Presiden yang katanya Negara yang super power itu, bila dibandingkan dengan Nyali Presiden Jokowi yang kurus Cungkring dan banyak diam itu.

Sehat selalu Bapak Presiden Jokowi.
Indonesia sangat membutuhkan kehadiran mu saat ini...


#LAWANCOVID19

#LawanHoax

#StopHoax


๐ŸŽ™️๐ŸŽ™️๐ŸŽ™️☕✍๐Ÿป๐Ÿ‘Œ๐Ÿป๐Ÿค๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ’ช๐Ÿป✊๐Ÿป✊๐Ÿป✊๐Ÿป๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿฅณ๐Ÿ˜❤๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜ท๐Ÿ˜Š

Selasa, 18 Januari 2022

Miris! 3 Kepala Daerah Alumni Monaslimin 212 dan 411 Tersandung Kasus Korupsi

 
Miris! 3 Kepala Daerah Alumni Monaslimin 212 dan 411 Tersandung Kasus Korupsi

Fery Padli
Jan 15, 2022

Dalam sebuah artikel di Seword, penulis pernah mengatakan yang ikut aksi 212 dan 411 kala itu ada 3 kelompok.

Pertama, kelompok yang benar-benar meyakini bahwa Ahok telah menista agama lantaran terprovokasi oleh pernyataan Buni Yani "dibohongi surat Al Maidah".

Kedua, kelompok yang yakin banget kalau Ahok itu tidak menista agama. Tapi mereka coba memanfaatkan postingan Buni Yani untuk menjatuhkan mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Kita perhatikan saja peserta yang hadir di demo 212 dan 411 waktu itu, banyak banget politisi. Padahal sebelumnya mereka gak religius-religius amat. Kok ujug-ujug ikut aksi bela Islam?

Dan setelah ditelusuri, ternyata mereka adalah kader partai yang mengusung lawan Ahok di Pilgub DKI 2017 yakni AHY serta Anies.

Dengan kata lain mereka-mereka ini menjual agama demi Cagub yang didukungnya menang.
Hal ini yang turut menguatkan pernyataan Buni Yani pada 2014 silam bahwa 'jual agama itu paling gampang, maklum rakyat masih bego-bego. Gampang ditipu'.

Ketiga, kelompok yang punya visi lebih besar lagi, yakni mereka yang berusaha menjatuhkan Presiden Jokowi lewat kasus Ahok.
Kita perhatikan saja pernyataan-pernyataan peserta aksi. Tidak jarang mereka menyeret nama Jokowi.
Padahal orang nomor satu di Indonesia itu gak ada hubungannya sama sekali dengan kasus Ahok.

Ibarat Rizieq tersandung chat seks. Masa Menteri Agama yang disalahkan? Kan jaga sembung bawa golok alias gak nyambung Lu tong.

Kelompok ketiga ini ada juga yang terlibat secara tidak langsung seperti menjadi donatur.
Dan mereka juga terbagi menjadi dua regu yakni orang-orang yang merasa dirugikan oleh kebjakan Jokowi serta orang-orang yang ingin berkuasa lewat jalur inkonstitusional.

"Kalau di Pemilu kita gak mampu menyaingi mantan walikota solo itu, jatuhkan dia di tengah jalan dan rebut kekuasaan darinya", kura-kura begitu yang ada di benak kelompok ini.
Dan sekarang justru yang lagi meroket adalah kelompok kedua yakni orang-orang yang coba memanfaatkan agama lewat unggahan Buni tersebut.

Terbukti mereka sebenarnya tidak benar-benar bela agama, tapi bela kepentingan kelompoknya.
Lantas, apa buktinya?
Masa bela agama tapi korupsi?
Kan gak lucu. Hehehe
Tidak tanggung-tanggung, tiga orang sekaligus kepala daerah Alumni 212 dan 411 tersebut yang ternyata koruptor kelas kakap.

Siapa sajakah mereka?
Berikut penulis coba paparkan.

1. Zumi Zola

Politisi muda ini bisa dibilang cukup beruntung. Pasalnya hidupnya lancar-lancar saja.
Pertama, ia terlahir dari keluarga yang berkecukupan. Bapaknya, Zulkifli Nurdin merupakan pengusaha dan juga mantan Gubernur Jambi.
Kedua, masa remajanya banyak dihabiskan dengan menjadi aktor dengan membintangi beberapa film di Indonesia.
Banyak lho orang yang pengen jadi artis tapi tidak kesampaian. Sementara Zumi mendapatkan itu.
Ketiga, pasca pensiun dari artis ia terjun ke dunia politik. Dan dua kali ikut Pilkada (Pilbup TanjabTim dan Pilgub Jambi) selalu menang.
Masih muda sudah jadi bupati dan gubernur. Siapa coba yang tidak mau?
Tapi karir politiknya itu hancur seketika pasca ia tersandung kasus korupsi pada 2018 silam.
Saat ini Zumi tengah meringkuk di ruang tahanan menghabiskan sisa waktu vonis yang diberikan hakim yakni 6 tahun penjara.
Kala itu ia ikut aksi 212 di Kota Jambi. Saat orasi dengan pedenya Zumi mengatakan,
"Tentu kita sebagai umat muslim, sebagai umat Islam, ketika agama kita diserang, ketika agama kita dicoba untuk dinodai oleh pihak-pihak tertentu, wajib hukumnya kita untuk membela,"
Padahal membela Islam itu sebenarnya cukup gampang. Dengan tidak korupsi saja kita sudah bisa disebut membela agama Allah.

2. Zainudin Hasan

Sama seperti besannya Amien Rais, Zulkifli Hasan ternyata cukup piawai membangun dinasti. Kalau Amien yang diajaknya bergabung ke PAN adalah anak-anaknya, sementara Zulkifli Hasan saudara-saudaranya.
Terhitung ada 4 saudaranya yang ditunjuk menjadi pengurus PAN. Uniknya, 3 diantaranya pernah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Dan salah seorangnya adalah Zainudin Hasan.
Si Zainudin ini sebelumnya menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan hingga 2021. Tapi karena korupsi, ia hanya menjadi Bupati sampai 2018 saja.
Pada 2016 silam ia bela-belain datang ke Jakarta dan meninggalkan tugasnya sebagai Bupati demi untuk ikut aksi 212 di Monas.
Dua tahun kemudian kedoknya terbongkar. Gayanya saja pakai baju putih-putih, ternyata koruptor juga.

3. Abdul Gafur Mas'ud

Persis seperti Zumi Zola, ia juga politisi muda. Abdul Gafur dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara periode 2018-2023. Tapi masa jabatan itu sepertinya tidak akan dia selesaikan.
Karena saat ini ia tengah meringkuk di ruang tahanan KPK. Gafur terlibat dalam praktek suap terkait kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa di Penajem Paser Utara.
Karena korupsi itu juga ia diskakmat oleh Abu Janda dengan mengatakan "Bupati Penajam Abdul Gafur Mas'ud yang dulu teriak TAKBIR di aksi 'bela Islam' 411 212, ditangkap KPK".
Hahaha
Itu baru sebagian lho alumni Monaslimin yang tersandung kasun hukum.

Masih banyak lagi yang lain.
Ada yang tersandung kasus chat asausila, ngegebukin anak dibawah umur hingga kasus narkoba seperti Rio Reifan.

Lantas, kader partai apakah si Abdul Gafur tersebut?

Kader partai apa lagi kalau bukan yang 'katakan tidak pada (HAL) korupsi'
https://seword.com/umum/miris-3-kepala-daerah-alumni-monaslimin-212-dan-6yhEQBoD0D

Masalah kita banyak.

 Masalah kita banyak.

Kemarin saya undang teman makan siang. Mereka semua pejabat. Setelah bicara bisnis untuk mencerahkan mereka tentang VISI logistik dalam pembangunan nasional. Saya ngobrol santai. 

“ Keliatannya oposisi pakai strategi baru menyerang. Memframing rezim ini korup. Mereka sengaja kirim sinyal itu kepada rakyat lewat laporan ke KPK. Ahok , Eric, dan Anak jokowi dilaporin. Soal benar atau engga. Engga penting. Yang penting viral. Entar kalau dikasuskan karena pasal fitnah atau mencemarkan nama baik, ya Framing berikutnya masuk.  Pemerintah anti demokrasi. Ini akan mengegelinding terus. Kalau anti demokrasi, ya otomatis juga anti HAM“ Kata teman.

“ Keliatanya, islam fundamental engga laki seksi untuk anti pemerintah. Mereka gunakan issue korupsi“ Kata teman satunya lagi.

“ Padahal faktanya, oang orangnya sama saja. Itu itu aja yang bikin ribut, .” Kata mereka tertawa.

“ Singkatnya,  taktik mereka hancurkan  image personal  orang yang dianggap potensi sebagai capres 2024. Lucunya dari capres mereka sendiri engga di-laporkan. Tetapi Anies selalu di-framing orang yang dizolimin dan di bully. Prabowo orang yang bersih dan sukses sebagai menteri. Sandi juga dibilang orang hebat.” Katanya.

“ Sebenarnya mereka kesel aja karena permintaan perubahan aturan Presiden Threshold ditolak. Mereka anggap kita tidak peduli akan nasip bangsa yang membutuhkan kader terbaik sebagai pemimpin bangsa. Padahal yang menentukan baik atau tidak ya rakyat. Dan rakyat itu diwakili oleh partai. Lah kalau partai baru berdiri atau suara dibawah satu digit merasa punya calon presiden hebat. Ya lucu aja. “Kata mereka.

“ Masalah kita” Kata saya ikut nimbrung” Itukan karena anda anda semua di elit menciptakan cluster komunikasi politik. Padahal dalam UUD kita yang sistem presidentil, tidak ada istilah oposisi. Dalam konteks Pancasila, kita semua bersaudara dalam sekat perbedaan agama, idiologi dan etnis. Ya seharusnya duduk bersama menyelesaikan bangsa ini dan tak perlu sampai muncul ke permukaan. Yang membuat rakyat terpolarisasi.” Lanjut saya. Mereka tersenyum.

" Masalah bangsa kita banyak sekali. PR Jokowi itu banyak sekali. Negeri ini by design tidak dibangun dengan dasar riset. Nah Pak JOkowi udah tunjuk IBu Mega melaksanakan Visi riset dan inovasi untuk rakyat.  Ayo focus kesana. Ingat loh kita sangat ketinggalan dalam hal riset. Sampai sekarang kita belum mandiri dalam industri downstream SDA. Itu kan konyol. Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka. Akibatnya value added SDA kita negara lain nikmati. Dan kita masih terus bahas issue omong kosong dan remeh remeh.

Kita masih terjebak dengan rente ekonomi yang membuat negara ini tidak efisien dalam semua programnya. Nah Pak Jokowi sudah rampungkan hambatannya dalam bentuk UU Cipta kerja. Tetapi mudah banget digugat oleh rakyat. Kalian engga jaga itu dengan baik. Seperti mempermainkan agenda presiden, agenda rakyat. Gimana sih. Akibatnya kita kembali terjebak dalam ekonomi rente. Sementara hutang terus bertambah.

Dalam hal penegakan hukum, kalian saling sandera. Gimana kita bisa jadi negara hukum yang punya rasa hormat dan martabat di hadapan negara lain. Kalau memang Anies itu salah, ya tuntaskan kasusnya. Kalau terbukti bersih, ya umumkan. Kalau terbukti salah, penjarakan. Jangan digantung terus. Kalau memang Ahok itu kasusnya sudah selesai, ya umumkan oleh KPK. Jangan digantung terus sama seperti kasus Ganjar. Kalau memang ada kasus mafia alutsista, ya usut Prabowo. Jangan biarkan dibuat ngambang.  Adilah dari sejak dalam pikiran.” Kata saya.

“ Ya sulit lah. Ini kan politik, Mana pula polos polosan. “ Kata mereka. “ Medan politik kan medan perang. To be or not to be “

‘ Dan akhirnya kalian yang menimbulkan tumpukan bangkai. Sementara burung pemakan bangkai yang pesta. Pengusaha rente juga yang menikmati.  Kan konyol banget” Kata saya tersenyum. Usai makan siang dengan mereka saya  pergi ke spa sama teman teman.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India