Tampilkan postingan dengan label Menuju Nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menuju Nyata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Agustus 2021

Perang Degital Dunia Maya,Dan Di Beberapa Tempat Terjadi Aksi Pembukaman

 

*Perang Degital Dunia Maya,Dan Di* 
*Beberapa Tempat Terjadi Aksi Pembukaman* 
*"FB saya juga pernah mengalaminya beberapa kali. Ada yang jumlah followernya ratusan ribu. Tewas mengenaskan. Innalillahi..."* ( Eko Kuntadhi )

Di Twitter lagi ramai. Serangan terhadap akun medsos untuk membuatnya tumbang. Akun bang Ade Armando tumbang. Akun Chusnul Mariyah juga tumbang. Mereka memang akun dengan follower besar. 

Akunku, Denny Siregar, Habib Think, Yusuf Dumdum juga jadi sasaran. 

Saya gak tahu siapa yang lakukan ini. Tapi yang pasti mereka terorganisir. Dalam satu komando untuk melakukan report atau aduan. Sehingga platform seperti Twitter percaya dengan aduan rombongan itu lalu menutup akun yang diadukan. 

Mungkin juga serangan ini ada kaitannya dengan ancaman Partai Demokrat yang menyatakan perang melawan netizen pendukung Jokowi. Karena gagal adu argumentasi, mereka memilih melakukan pembungkaman. 

Ada yang bilang juga bahwa serangan terstruktur ini karena naiknya tagar #AniesKelebihanBayar yang kemarin heboh. Mereka gak suka dengan tagar itu lalu membungkam. 

Saya sendiri diinformasikan seorang teman semalam. "Akumu twitter lu diincar. Lu jadi sasaran pembungkaman," ujarnya. 

"Gimana caranya? "

"Akun lu mereka report ramai-ramai. Lalu Twitter meresponnya dengan mensuspend akun. "

"Lho, kan kita bisa buat lagi. Gratis, toh? "

"Sayang follower lu yang ratusan ribu itu. Gak mudah cari follower sebanyak itu, " katanya. 

"Lha, follower gue juga gak ada yang sayang sama gue. Jadi masalahnya dimana? Hahahaha... "

"Kampret lu! "

Iya memang. Situs blog saya sudah lama diserang. Gak bisa diakses. Ratusan kumpulan tulisan gak bisa diakses lagi. Soalnya, saya gak punya arsip tulisan-tulisan itu. 

Untung saja seorang teman baik hati rupanya rajin mengarsipkan tulisan-tulisan saya. Dikirim via email. Alhamdulillah, sebagian tulisan itu bisa diselamatkan. 

FB saya juga pernah mengalaminya beberapa kali. Ada yang jumlah followernya ratusan ribu. Tewas mengenaskan. Innalillahi... 

Terus aku bikin lagi. Eh, tewas lagi. Kali ini dilaporkan sebagai akun kenangan. Artinya pemiliknya dianggap sudah mati. 

Aku bikin aku lagi. Wong gratis. Soal follower yang sudah ratusan ribu, biarin aja. Aku nulis lagi. Ada yang mau follow, syukur. Gak difollow juga gak apa-apa. 

Wong cuma tulisan iseng. 

Akunnya FB teman saya, MazDjo Pray juga gitu. Dianggap sudah mati. Padahal aku baru kemarin tapping sama Djo. Atau jangan jangan dia mati mendadak? Terserang kurap akut. 

"Djo, gue turut berduka. Lu mati kok, gak bilang-bilang. Sekarang lu ada di surga apa neraka? "

"Gak tahu nih. Kok banyak bidadari disini. Tuh, lagi pada mandi di sungai. "

"Fotoin dong. Gue penasaran. "

Djo gak membalas lagi. WA-ku cuma centang satu.
*Arsip Topsekali.com*

======

LAWAN..!!
.
Perang buzzer yang dicanangkan telah memakan korban. Akun Ade Armando 1, Chusnul Ch__ dan 2 akun Ferdinand tumbang. Report As Spam dijadikan senjata. Ini benar perang fisik bukan gagasan seperti seharusnya ruang media sosial. 

Ini seperti lamaran ditolak dukun bertindak. Ini tentang mereka kalah dalam adu argumentasi dan kemudian kekerasan mengambil jalan pintas. Ini melibatkan unsur dana besar sekaligus pengaruh.

Sama seperti orang marah saat gelap mata, berapa pun dana harus mereka keluarkan, apa pun cara harus ditempuh demi membuat tumbang akun para warior pecinta NKRI sudah mereka lakukan.

Akun Anak kolong, Leonita, Eko Kuntadi, Putri Cebong, Risma, Narkosun, Muannas Alaidid hingga Budiman Sudjatmiko adalah target berikutnya. Kabarnya, shadow ban mereka sudah berwarna kuning menuju merah. Itu tanda serangan telah memberi dampak. 

Akun-akun besar para influencer pecinta NKRI di tuiter sudah diserang, pada efbe hanya masalah waktu saja. 

Ternyata benar adanya bahwa mereka tak hanya membual dengan ancaman "Mari Perangi buzzeRp". Mereka sudah menetapkan target dan bersatu. Bukan mustahil, setelah akun-akun besar itu tumbang target berikutnya adalah penguasaan opini pada media sosial dan PPKM sebagai program besar negara mereka sasar. 

Siapa sosok paling diincar, sudah pasti posisi Presiden...

Mereka sedang kesetanan dan main kasar. Tak ada kata lain selain LAWAN..!!!!💪💪💪✊✊✊❤🇲🇨
RAHAYU
.Karto Bugel
ARSIP.TOPsekali.com
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India