Tampilkan postingan dengan label Analisa Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa Politik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Desember 2021

Mengapa Anies Tidak Tersentuh KPK, Ini Mungkin Paling Tepat Judul Tulisan Ini.

*Mengapa Anies Tidak Tersentuh KPK*, 
Ini Mungkin Paling Tepat Judul Tulisan Ini.
Coba Anda Baca Artikel Di bawah ini :
👇👇👇👇

*Benang Merah Antara Munarman, Firli dan Anies yang Tak Tersentuh KPK*

Benang merah semakin lama semakin terkuak dan semakin bisa diuraikan dengan jelas. Firli, Anies, Munarman, 212, PT 0% kayak DP 0% yang omong kosong, kemudian bisa ditarik ke Caplin. Hmmm. Menarik.

Ketua KPK sebelum Firli dulu pendukung Anies, dan digantikan dengan Firli yang adalah sosok yang menurut Munarman diidolakan oleh kaum 212 di tahun 2016 saat mereka mau memenjarakan Ahok. Dari pengakuan desperate Munarman, saya mencoba mengurai benang merah yang kusut. Begini…

Benang kusut itu mulai terbuka satu per satu. Simpul-simpul mati sudah mulai terurai. Firli pernah satu mobil komando dengan terduga teroris Munarman saat tahun 2016 silam. Firli saat itu menjadi orang yang didukung oleh kaum 212 dan jadi panutan. Maka ada hubungan dengan Anies.

212 adalah sebuah aksi yang benar-benar jelas banget ingin memenjarakan Ahok dan memenangkan Anies Baswedan. Anies saat itu didukung oleh kaum radikalis. Saat itu Firli naik ke atas mobil komando bersama Munarman yang sekarang ditangkap Densus 88 anti teroris dan yang berpotensi dihukum mati.

Kalau bicara satu mobil komando dengan Munarman, kita melihat bagaimana Firli ini terikat dengan mereka. Setidaknya ada hubungan emosional. Bisa saja Firli berdalih saat itu bahwa saat ia menjadi polisi, dia ingin menenangkan. Tapi pengakuan Munarman jauh lebih mengejutkan.

Munarman mengatakan bahwa Firli adalah sosok panutan. Kalau bicara sosok panutan, artinya Firli ada di hati mereka. Nggak tahu apakah mereka ada di hati Firli. Tapi sekarang Munarman sudah membuka mulutnya soal kedekatannya dengan Firli.

Seharusnya Firli bisa memberikan klarifikasi kepada publik, agar bola panas yang dilemparkan oleh si tersangka teroris Munarman yang ditangkap Densus 88, bisa diperjelas. Kenapa perjelas? Karena sekarang kita tahu juga bahwa Anies ini dengan segala dugaan mark up anggaran dan penyelewengan dana, bisa-bisanya tetap aman.

Dia merasa aman di DKI, mungkin bukan karena Novel Baswedan, tapi bisa saja karena yang jadi ketua KPK adalah Firli? Bisa saja kan? Saya yakin, dengan artikel ini, opini publik bisa diarahkan bahwa selama KPK tidak mengusut kasus Anies, di sanalah ada peranan Firli. Dugaan kuat sih.

Benang merah semakin jelas, ditambah lagi karena Firli ngomongin Presidential Threshold yang sebetulnya bukan ranahnya. Dia ini ketua KPK yang harusnya bebas dari politik. Tapi kenapa dia ngebacot soal PT 0%, satu suara dengan Demokrat yang diduga juga sangat kuat berperan di 212?

Jadi sebetulnya, Firli ini punya pengaruh apa di KPK? Padahal kita tahu dulu beberapa orang seperti saya, Denny Siregar, dan berbagai penulis lainnya berharap banyak kepada Firli agar bisa membuat KPK jadi tidak berpolitik seperti si Novel Baswedan dan si Abdullah Hehamahua, Huahuahuahua.

Tapi ternyata, Firli kok bisa disebut-sebut oleh Munarman sebagai tokoh sentral di 212? Bisa jadi Munarman ingin membela diri dan menyeret Firli agar Munarman nggak terkesan jadi teroris. Tapi seharusnya, Firli memberikan klarifikasi.

Selama Firli nggak klarifikasi, selama itulah rakyat Indoneisa akan melihat bahwa Firli ini bagian dari 212. Selama Firli tidak membantah kedekatannya dengan Munarman, selama itulah dia dianggap rakyat Indonesia adalah teman baik Anies Baswedan.

Dan lebih jauh lagi, selama Firli tidak mengusut kasus anggaran janggal Anies Baswedan, selama itulah Firli diduga memberikan angin surga kepada Anies Baswedan dan ingin membuat PT 0%, sesuai dengan statement nggak nyambung dengan kapasitas nya, untuk mendukung Anies jadi presiden radikal NKRI.

Mana nih Firli? Padahal sudah jelas Anies ini main-main sama anggaran. Salah satu contohnya adalah sumur resapan, di antara banyak contoh lain. Sumur resapan kontraktornya nggak jelas, ada alamatnya ternyata warung jualan bakmi. Itu kontraktor atau koruptor? Main-main dia.

Dia main-mainkan anggaran, KPK malah sibuk urusin satu truk jeruk yang dibeli Jokowi dari orang Karo. Sungguh memalukan dan sangat menjijikkan kerjaan KPK sekarang. Ternyata yang memengaruhi KPK bukan hanya Novel Baswedan. Novel dibuang dari KPK, ternyata diganti sama orang yang pernah satu mobil komando sama si terduga teroris Munarboy. Menggelikan.

Benang merah semakin lama semakin bisa ditarik ke Caplin. Kita tunggu statement Caplin.

Begitulah caplin-caplin.
seword.com
Artikel tampan lainnya silakan disimak di sini.
https://news.detik.com/berita/d-5856119/munarman-cantumkan-foto-jokowi-firli-bahuri-saat-aksi-212-2016-di-eksepsi

Kamis, 02 Desember 2021

JENDERAL MOELDOKO MENJAWAB..

 JENDERAL MOELDOKO MENJAWAB..

China menguasai surat utang Amerika US$ 1.15 Trilyun.
Apakah otomatis Amerika dicaplok oleh China ?? Tidak

Arab investasi di China 870 Triliyun.
Apakah rakyat China terkencing-kecing merasa dijajah oleh Arab ?? Tidak

Amerika Investasi 122 Triliyun ke Singapore, apakah warga Singapore otamatis jadi antek asing ?? Tidak

Sebanyak 252.000 TKI bekerja di Taiwan.
Apakah rakyat Taiwan merasa dijajah Indonesia ?? Tidak

Jumlah TKI yang bekerja di China 81.000, sementara TKI di Hongkong 153.000, di Macau 16.000, apakah rakyat China, Hongkong dan Macau merasa di jajah oleh Indonesia ?? Tidak

TKA yang bekerja di Indonesia sebanyak 74.183 orang.
Sementara 21.271 ribu di antaranya berasal dari China, disusul Jepang dan lain-lain.
Tapi sebagian dari kita sudah terkencing-kencing merasa dijajah oleh China.

Mengapa rakyat negara-negara dimana TKI kita berkerja tersebut bisa bernalar dengan benar ??
Karena mereka bisa membedakan antara bisnis dengan kedaulatan negara.

Dunia abad XXI tidak dipetakan lagi oleh suku, ras dan agama.
Masyarakat modern sudah tidak mempermasalahkan lagi perbedaan keyakinan.
Mereka bersama-sama membangun peradaban.

Di sini tidak begitu.
Yang didahulukan hanya kebencian karena takut berkompetisi dan takut kalah dalam persaingan hidup.

Kemudian dibalut dengan pemahaman sempit dalam beragama.

Saran & input untuk rakyat tercinta Indonesia

Oleh
Jenderal Moeldoko

Rabu, 24 November 2021

Jejak Digital Elit MUI Bidang Produk Halal, Ahmad Riza Patria dan “Bau Amis” Hibah.

Jejak Digital Elit MUI Bidang Produk Halal, Ahmad Riza Patria dan “Bau Amis” Hibah.
Nafys. Nov 24, 2021
Seword.com

Setiap channel youtube yang ingin mengambil artikel ini untuk dinarasikan, harap meminta ijin lewat email redaksi@seword.com dan membayar fee yang sesuai.


Ada yang masih ingat siapa nama Ketua MUI bidang produk halal dalam kepengurusan MUI periode tahun 2010 – 2015 lalu?

Dari situs internal MUI yang beralamat di https://mui.or.id/berita/10614/pengurus-hasil-munas-2010/

Kita mendapatkan informasi bahwa Ketua MUI bidang produk halal pada saat itu bernama KH. Amidhan.

Nama lengkap beliau adalah KH. Amidhan Shaberah. Dan beliau adalah ayah dari Ahmad Riza Patria yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang mendampingi Anies Baswedan saat ini.

Pada awal tahun 2014, nama Amidhan Shaberah sempat heboh setelah majalah Tempo memberitakan bahwa Amidhan “terbelit” kasus dugaan suap sertifikasi halal di luar negeri.

Presiden Halal Ceritification Authority Australia, Mohammed El-Mouelhy sempat menyanggah pernyataan ketua MUI bidang produk halal tersebut soal biaya perjalanan ke Australia pada tanggal 2-8 April 2006 silam. Dalam wawancaranya dengan majalah Tempo edisi 24 Februari - 2 Maret 2014, Amidhan mengatakan biaya peninjauan lembaga-lembaga halal itu atas biaya Kementerian Agama.

Mouelhy yang membaca wawancara itu segera mengirimkan surat elektronik kepada redaksi Tempo yang berisi bukti tiket untuk tamu-tamunya itu. Total ia mengeluarkan uang Aus$ 28.000 atau sekitar Rp 300 juta--bukan Aus$ 26.000 seperti ditulis majalah Tempo. Dalam pernyataan tersumpah di depan notaris, Mouelhy mengatakan jumlah sangu untuk Amidhan terbesar dibanding untuk yang lain.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin sempat menolak berbicara panjang lebar terkait dengan dugaan jual-beli sertifikat halal di lembaga yang baru dia pimpin dengan alasan jabatannya belum definitif.

"Saya baru ketua defenitif hingga 4 Maret nanti, jadi jangan ditanya soal itu," katanya setelah membuka Musyawarah Nasional Majelis Tarjih Muhammadiyah ke-28 di kampus Muhammadiyah Palembang.

Menurut Din, untuk sementara, persoalan tersebut diserahkan kepada Amidhan, yang dia sebut sebagai orang sangat tepat jika ditanya soal sertifikat halal.

"Kami serahkan semuanya pada Pak Amidhan," ujarnya.

Dan sekarang, pemerintahan DKI Jakarta berencana memberikan bantuan hibah kepada yayasan Pondok Karya Pembangunan (PKP) dimana ketua yayasan tersebut adalah Amidhan Shaberah yang merupakan ayah kandung dari Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta saat ini.

Jadi ingat Anies Baswedan juga pernah mengatakan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menganggarkan belanja hibah untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) sebesar Rp 63 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2018 lalu dan Bunda PAUD nya ternyata istri Anies Baswedan.

Selain yayasan PKP, Pemprov DKI Jakarta juga berencana memberikan hibah sebesar Rp 900 juta kepada Perkumpulan Bunda Pintar Indonesia yang memiliki hubungan dengan Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani.

Zita memiliki pengalaman organisasi sebagai pembina organisasi Bunda Pintar Indonesia. Informasi keterlibatan Zita Anjani dalam organisasi itu tercantum di situs dprd-dkijakartaprov.go.id.

"Pengalaman organisasi pembina organisasi non-profit Bunda Pintar Indonesia," demikian bunyi situs tersebut yang dikutip Tempo.

Yang mirisnya, Ahmad Riza Patria mengatakan jika pemberian hibah Rp 900 juta kepada yayasan Bunda Pintar Indonesia (BPI) yang berafiliasi dengan Zita Anjani, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta punya tujuan baik.

Jika kita perhatikan susunan kepemimpinan Dewan DPRD DKI Jakarta saat ini dalam situs https://dprd-dkijakartaprov.go.id/pimpinan-dewan/

Kita bisa melihat jika Ketuanya adalah Prasetio Edi Marsudi dari PDI-P, dan 4 orang wakilnya adalah dari partai yang “pro” Anies yang sempat menolak interpelasi yaitu Mohamad Taufik (Gerindra), Abdurrahman Suhaimi (PKS), Misan Samsuri (Demokrat) dan Zita Anjani (PAN).

Gimana akal sehat kita bisa mencerna bahwa pemberian ratusan juta uang rakyat kepada yayasan yang “berkaitan” dengan Zita Anjani, Wakil Ketua DPRD memiliki tujuan yang baik?

Apakah karena Zita Anjani ini “getol” membela Anies Baswedan setelah dikatakan sebagai pembohong?

Apakah karena Zita Anjani merupakan Wakil Ketua DPRD yang dulu pernah memuji dan menolak interpelasi terhadap Anies Baswedan terkait kasus Formula E?

Yang terbaru, Ketum MUI DKI Jakarta bernama Munahar Muchtar akan membentuk pasukan Cyber Army dengan nama mujahid digital untuk membela Anies Baswedan!

Ketum MUI DKI Jakarta tersebut lalu “ngeles” bahwa pasukan cyber army yang dibuat untuk membela ulama hingga Gubernur DKI Anies Baswedan tidak ada kaitannya dengan hibah Rp 10 miliar yang mereka terima setiap tahunnya.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Samsul Ma'arif mengingatkan bahwa fungsi utama ulama bukan untuk membela pemerintah tetapi sebagai kontrol terhadap kekuasaan. Beliau juga melayangkan kritik tajam kepada MUI DKI Jakarta yang berniat membentuk tim cyber army untuk membela Anies Baswedan.

“Jadi bukan pasang badan kalau ada apa-apa kita membela, bukan itu tugasnya, itu penjilat namanya," ucap Samsul.

Timbul pertanyaan sederhana dari kita sebagai rakyat biasa...

Apakah PAUD akan dianggarkan untuk mendapatkan hibah miliaran rupiah dari Pemprov DKI jika yang menjadi Bunda PAUD-nya bukan istri Anies Baswedan?

Apakah Pemprov DKI Jakarta tetap akan menganggarkan hibah kepada yayasan PKP jika ketuanya bukan ayah Wagub DKI Jakarta?

Apakah Pemprov DKI Jakarta masih mau menganggarkan hibah Rp 900 juta kepada yayasan Bunda Pintar Indonesia (BPI) jika yayasan tersebut tidak ada hubungannya dengan Zita Anjani, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta?

Apakah Ketua Umum MUI DKI Jakarta mau membela Anies Baswedan “berkedok” bela Ulama jika MUI DKI tidak menerima hibah Rp 10 miliar tiap tahun dari Pemprov DKI?

Sebagai orang awam, wajar kita merasa ada “bau amis” tak sedap di balik rencana pemberian hibah dari Pemprov DKI kepada pihak yang sudah disebutkan di atas.

Yang akan diberikan ke yayasan itu bukan uang pribadi milik Anies Baswedan dan Ahmad Razia Patra melainkan uang rakyat dalam bentuk APBD dan jumlahnya juga tidak kecil apalagi dalam situasi pandemi saat ini yang harusnya mempriotaskan kepentingan rakyat kecil.

Pihak Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi juga menilai seharusnya Pemprov DKI tidak menggelontorkan dana hibah ratusan juta kepada dua yayasan tersebut.

“Begitu kurang etis, sarat konflik kepentingan, dan ini bisa saja memunculkan anggapan publik, bagi-bagi anggaran dari APBD untuk keluarga. Terlebih anggarannya juga tidak sedikit," ujarnya.

Akhir kata, penulis ingin mengatakan tidak ada yang gratis dalam dunia politik dan rakyat berhak tahu kemana uang mereka dalam APBD Jakarta dihabiskan. Sungguh bahagia warga Jakarta karena Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan sangat dermawan kepada mereka yang “fakir”.

Begitu “mudahnya” menganggarkan hibah Rp 63 mliar uang rakyat kepada PAUD setelah istri Anies baswedan menjabat sebaga Bunda PAUD.

Begitu tingginya semangat pihak MUI DKI Jakarta sampai ingin membentuk pasukan cyber army yang dinamakan “mujahid digital” untuk membela Anies Baswedan karena menerima hibah Rp 10 miliar uang rakyat tiap tahun.

Jika yang membela pemerintah yang sah disebut buzzer dan dikatakan haram, lalu mujahid digital untuk membela Anies itu halal ya?

Kita juga terharu dengan pemprov DKI Jakarta yang mau memberikan hibah Rp 486 juta uang rakyat kepada yayasan yang ketuanya adalah ayah dari Wagub DKI Jakarta saat ini.

Dan semoga “perjuangan” Zita Anjani yang pernah memuji Anies Baswedan dan menolak interpelasi terkait Formula E “terbayarkan” setelah yayasan yang terkiat dengannya dianggarkan mendapatkan hibah Rp 900 juta dari Pemprov DKI.

Apakah pemberian hibah oleh Pemprov DKI Jakarta itu sebuah kebetulan tanpa ada kepentingan politik tertentu?

Silahkan menilainya sendiri...

Wassalam,
Nafys Seword.com


Tulisan sebelumnya https://seword.com/politik/nama-mui-rusak-karena-ulah-anwar-abbas-9dhIVtRAvs

Minggu, 14 November 2021

*CIA  SUDAH MEMPERSIAPKAN PRESIDEN BONEKA DI* 
*INDONESIA  UNTUK PILPRES 2024 ISLAM HANYA* 
*DIPAKAI SEBAGAI ALAT MOBILISASI MASA SAJA*
Dengan dinamika media mainstream menjadikan calon presiden yang masih 3 tahun lagi terlihat bahwa para sponsor sedang mempromosikan kandidat yang, kemudian *siapa sponsor tersebut* ??

Siapa lagi selain *perusahaan asing* dan para cukong yang ingin usahanya aman di Indonesia yang sudah terakomodir selama puluhan tahun keberadaannya tentu saja sejak jaman orde baru, mereka adalah TNC yang memiliki investasi besar disini seperti Freeport, Chevron dan beberapa perusahaan lainnya yang sekarang tidak hanya bergerak dibidang energi dan sumber daya alam mereka sudah punya koneksi dengan para pengusaha dan political mainstream di Indonesia , *siapa lagi selain PKS* , *Jusuf Kala keluarga Cendana* dan *Cikeas* mungkin juga termasuk elit elit Partai 😫

Urusan biaya bagi mereka bukan masalah mau sepanjang taun membiayai demopun takkan jadi masalah karena kekuatan modal mereka sangat besar karena berpuluh- puluh tahun menguasai ekonomi Indonesia dan kepentingan para imperialis dan *AS bekerja dalam senyap melalui CIA.*

*Seharusnya Kita sebagai bangsa Indonesia benar-benar waspada*  Terhadap dinamika masyarakat yang terjadi di Indonesia , bisa dibayangkan dengan social engineering atau rekayasa sosial kondisi masyarakat bisa seketika berubah , kenapa bisa demikian ? 

*Ada sebuah strategi dalam rekayasa sosial  yang dinamakan Psywar* (Psychological Warfare) atau biasa disebut perang urat syaraf adalah suatu bentuk serangan propaganda yang dilancarkan dua atau lebih pihak yang saling bertentangan pendapat. Salah satu batasan akademiknya adalah "suatu tindakan yang dilancarkan menggunakan cara-cara psikologi dengan tujuan membangkitkan reaksi psikologis yang telah terancang terhadap orang lain".

*Psywar merupakan salah satu strategi yang sering digunakan dalam* peperangan. Berbeda dengan perang-perang konvensional yang bermodalkan senjata atau berbagai peralatan fisik lainnya untuk mengalahkan musuh, Psywar memanfaatkan sisi psikologis dan pemikiran lawan agar bisa dipecah konsentrasinya. 

*Kita bisa lihat ketika Pilpres 2014  Jokowi maju sebagai calon Presiden* yang diluar keinginan political mainstream disanalah psywar mulai dijalankan fitnah bertubi -tubi dari medsos maupun media mainstream yang dibiarkan oleh pemerintahan SBY walau akhirnya Pilpres Tetap dimenangkan Jokowi yang menunjukan bahwa rakyat sudah muak dan mulai faham.permainan politik para political mainstream yang cenderung membagi kuenya untuk mereka sendiri dan kelompoknya.

*Psywar adalah sebuah strategi yang teramat jahat* yang biasa digunakan *Amerika Serikat untuk mendukung para pionnya yang bisa dikendalikan* biasanya Pejabat korup yang berani membungkam atau melawan kedaulatan rakyat. Tentu kita Masih ingat bagaimana Soeharto menggulingkan Bung Karno dengan mengkambing hitamkan PKI dan memusnahkan semua ideologi golongan kiri di Indonesia. tentunya saat Itu didukung oleh semua media mainstream termasuk media Amerika Serikat yang menjadi rujukan dunia seperti Associates Pers , Herald tribune , New York times dan sebagainya. (_*teruskan baca penting di bawah...*_👼👽👿👇)
Beruntung Jokowi maju menjadi presiden dikala teknologi informasi sudah maju sehingga masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh  hoax yang sangat masif dan dukungan media mainstream yang dikendalikan oleh para Political mainstream. 

Kita memang harus waspada dan apa rencana para political mainstream sebenarnya sangat berhubungan dengan rencana CIA yang memang sudah menancapkan kukunya terlalu lama di Indonesia. Bagaimana rencana tersebut?
Mari Kita ulas :

CIA atau AS Sudah menyiapkan calon Presiden boneka dan bagaimana agenda AS di Indonesia ?

1. Thn 2009, Anies Baswedan mendampingi SBY untuk menerima penghargaan dari Boston Club.
Wikileaks membocorkan.
Sebelum ke AS, Kedutaan Besar AS di Jakarta mengirim pesan diplomatik ke CIA, Defense Intelligence Agency, National Security Council dan Menlu AS. 

2. Apa isi pesan tsb?Dalam file berkategori sensitive but unclassified (SBU) itu, Kedubes AS di Jakarta melaporkan tentang profil Anies Baswedan. “Teman AS,” Mungkin tidak banyak orang tahu, apa itu Boston Club. Kalau anda mau riset lebih dalam lagi di google, anda akan tahu.

3. Boston Club adalah think thank pembaharuan AS dlm rangka New world Order Era, dibiayai konglomerasi Yahudi. Salah satunya Rotchild, mitra Hashim Djoyohadikusomo dan Carl Icahn, pemegang saham utama Freeport McMoran. Boston Club adalah club sosial yg paling bergengsi di AS.

4. Tidak mudah menjadi membersnya. Hanya orang tertentu, dan paling elite di AS yang bisa jadi members.
Mereka adalah para politisi, pengacara Top, pengusaha papan atas. 

Akses Anies Baswedan ke Boston Club, tentu tidak datang begitu saja. Itu bukan karena koneksinya dengan elite politik.

5. Tetapi memang sudah dipersiapkan AS sejak lama.
Ia adalah salah satu alumni dari program AFS ( American Fields Service ) yaitu pertukaran pelajar antar bangsa dan tinggal selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. 

6. Tamat dari UGM, mendapat beasiswa Fulbright dari AMINEF untuk melanjutkan kuliah masternya dlm bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di University of Maryland, College Park (USA).
Kemudian mendapat beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow untuk meraih gelar doktoralnya 

7. Artinya sejak SMA memang sudah qualified dalam program binaan antar bangsa AS.

Bulan April 2018, ABAS berkunjung ke AS sebagai pembicara pada acara Annual Global Conference 2018 yg dilaksanakan di Los Angeles.

8. The Global Conference merupakan pertemuan para pemimpin dan tokoh penting dari seluruh dunia untuk bersama-sama mencari solusi bersama terhadap permasalahan dan isu global seperti pasar finansial, industri, kesehatan, pemerintahan dan pendidikan melalui 150 diskusi panel.

9. Jadi Anies Baswedan itu anak emas Elite politik AS. Thn ini pengaruh AS smkn besar terhadap Indonesia. Itu tanda smkn akomodatifnya Indonesia terhadap politisasi agama. Krn itu terkesan Pemerintah tdk bisa tegas kalau sudah menyangkut klmpk Islam, termasuk tdk bisa tegas terhadap Anies Baswedan.

10. Dari dulu AS menggunakan ARAB menyebarkan paham wahabi keseluruh dunia. Bertujuan memecah belah umat Islam dan sekaligus menjadi pressure terhadap Pemerintah yg bukan golden boy AS. Stlh perang dingin, bukan hanya Paham Wahabi, AS juga berada dibelakang Ihkwanul Muslimin, untuk tujuan sama.

11. Menciptakan radikalisme Islam untuk menggoyang pemerintah yang tidak bisa menerima agenda AS. Lihatlah bagaimana petinggi PKS terbang ke Washington bertemu dengan elite politik AS untuk meminta dukungan dari AS menekan China dalam kasus Muslim Uighur.

12. Makanya kalau sekarang setiap pembahasan partai tentang calon Presiden dan Wapres maka selalu nama Anies disebut.
Itu bagian dari agenda orang yang ada di Boston club untuk menanamkan pengaruh dan hegemoni AS di seluruh dunia. 

13. Bagi para patron Islam menganggap ini adlh era kebangkitan umat. Niat menjadikan Anies Baswedan sebagai Presiden/Wapres 2024, untuk melancarkan agenda mrk mengubah UUD 45 yg bersyariah. Namun mrk lupa, ketika rezim pro AS berkuasa, yg pertama kali disikat radikalisme Islam itu sendiri.

14. Mengapa AS sangat paham radikalisme? , dia creatornya & itu diperlukan AS untuk mencapai tujuannya, bukan untuk menjalankannya.

Lihat fakta sejarah. Soeharto menjatuhkan Soekarno berkat dukungan Islam, namun stlh Soeharto berkuasa, gerakan islam dibungkam secara sistematis. Dalam kandang yang dinamakan PPP

15. Lihatlah fakta Turki, Erdogan yang Ihkwanul Muslimin berhasil mengalahkan partai sekular, namun setelah dia berkuasa, pendukung militannya lebih dulu ditangkapi lewat kudeta direkayasa. Ribuan ulama Ihkwanul Muslimin ditangkap, yang lari keluar negeri, diburu.

16. Muhamad Morsi yang Ihkwanul Muslimin, berhasil menang pemilu menjatuhkan Mubarak, juga akhirnya dijatuhkan oleh AS lewat kudeta Militer.

Berteman dengan Srigala, hanya memberikan cara efektif dan efisien memangsa anda. 

17. Jgn kaget, saat Pilpres 2024 nanti, Kapal Induk AS ada di Selat Sunda.

Ketika Pilkada DKI 2017. Kapal Induk AS - USS Carl Vinson masuk Indonesia tgl 15 s/d 25 April 2017 atas ijin Panglima TNI saat itu Gatot Nurmantyo.
Itu adalah bentuk Psychologycal Warfare.

Dari menghadapi dan membaca situasi tersebut  ada hal yang saya cukup salut dengan langkah strategis Jokowi , yaitu merangkul Prabowo dan Hasyim Djojohadikusumo dalam kabinetnya kemudian memperkuat TNI dengan semua loyalisnya terakhir membubarkan HTI dan FPI yang merupakan Proxy war dan alat Phycological warfare di Indonesia sambil memperkuat hubungan bilateral dengan Amerika dan Juga Cina sehingga para political Mainstream dan Amerikapun banyak dibuat mati langkah. Dan malahan Amerika lebih memilih berhubungan baik dengan pemerintah daripada para political mainstream , seperti Kita lihat FPI dibubarkan tanpa ada yang memprotes pembubaran tersebut kecuali riak-riak kecil para politisi busuk dan Jusuf Kalla ke Taliban tanpa ada dukungan dari pemerintah.

Luar biasa kecerdasan dan keberanian Presiden Kita ini menghadapi Singa dengan langkah cerdas dan berani karena beliau betul betul seorang Nasionalis sejati yang Ingin mengembalikan Negara kepada kedaulatan rakyat tidak seperti political mainstream selama ini.

Don't let Jokowi Walk alone dalam rangka mengembalikan kedaulatan rakyat dan  lawan terus setiap usaha mengembalikan Fasisme di Negri ini.

Merdeka !!
Salam Kedaulatan Rakyat
(🇮🇩)*
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India